Terasa Pegal Ketika Bangun Tidur? Atasi dengan Ini

annehsannehs - Jumat, 12 November 2021
Terasa Pegal Ketika Bangun Tidur? Atasi dengan Ini

Dapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. (Foto: healthline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDUR merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Setelah mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, rasanya tubuh akan terasa segar dan penuh energi pada keesokan hari.

Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan tidur yang nyenyak. Mungkin kamu mengalami mimpi buruk, mendusin untuk buang air kecil, atau bolak-balik ganti posisi sehingga tetap merasa letih dan pegal-pegal saat bangun tidur. Hal ini merupakan tanda bahwa kamu tidak mendapatkan tidur yang berkualitas.

Baca juga:

Semakin Gemuk Semakin Susah Tidur, Apa Iya?

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa tips ilmiah yang bisa membantumu meraih tidur yang berkualitas dan sehat. Dikutip dari Insider, berikut merupakan cara tidur dengan nyenyak dan bisa merasa segar saat bangun.

1. Pahami apa arti tidur yang nyenyak

Rentang usia dan waktu tidur idealnya. (Foto Insider)
Rentang usia dan waktu tidur idealnya. (Foto Insider)

Setiap manusia membutuhkan jam tidur pada kisaran tujuh sampai sembilan untuk meraih tubuh yang sehat. Meski begitu, beberapa rentang usia membutuhkan tidur yang lebih banyak, salah satunya remaja yang membutuhkan jam tidur delapan sampai sepuluh jam.

Tidur lebih sedikit dari waktu yang direkomendasikan oleh National Sleep Foundation berisiko merusak fungsi kognitif, berdampak buruk bagi kesehatan mental, dan sulit untuk menurunkan berat badan.

Baca juga:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan

2. Tidur telentang

Tidur telentang baik untuk mereka yang menderita sakit pinggang dan radang sendi (Foto: healthline)
Tidur telentang baik untuk mereka yang menderita sakit pinggang dan radang sendi (Foto: healthline)

Jika keseharianmu hanya berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, tulang belakang dan persendianmu bisa menjadi tegang karena menopang berat badanmu. Maka dari itu, posisi tidur terbaik untuk mengurangi ketegangan sendi adalah dengan berbaring telentang karena bisa membuat tubuh lebih lega dan rileks dengan bantuan tarikan gravitasi konstan.

Tidur telentang juga membuka otot-otot dada agar lebih rileks dalam membantu meringankan beban karena terus-terusan membungkuk di meja kerja setiap hari.

Namun untuk beberapa kondisi kesehatan termasuk refluks asam, lebih baik untuk tidur ke arah sebelah kiri karena memungkinkan otot sfingter esofagus menjadi lebih rileks. Kamu juga harus tidur dalam posisi miring ketika sedang hamil.

3. Hindari minum alkohol sebelum tidur

Jangan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung alkohol dan kafein. (Foto: healthline)
Jangan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung alkohol dan kafein. (Foto: healthline)

Setelah pergi minum-minum bersama teman-teman, mungkin kamu merasa sangat letih dan ngantuk sehingga cepat tertidur. Meski begitu, bukan berarti kamu akan mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas. Alkohol membuatmu sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas karena zat tersebut menekan produksi melatonin. Alkohol juga mengurangi jumlah REM yang kamu miliki. REM adalah tahapan tidur paling dalam yang artinya membuat kualitas tidurmu berkurang. (SHN)

Baca juga:

Tidur Setelah Makan Siang Ternyata Juga Ada Manfaatnya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan