Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion

Bawa Koleksi Berkelanjutan di JFW 2027, Jenama Asal Korsel Kimoui Incar Vendor Bahan Ramah Lingkungan Indonesia

Dwi Astarini - 2 jam, 48 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - TREN fesyen berkelanjutan (sustainable fashion) terus menguat di panggung mode internasional. Komitmen ini dipamerkan rumah mode asal Korea Selatan, Kimoui, yang tampil membawa koleksi teranyar mereka dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.


Di bawah arahan pengarah kreatif sekaligus pendirinya, Kim Dae-sung, Kimoui menegaskan posisinya sebagai jenama yang konsisten mengusung konsep ramah lingkungan. Tak hanya bertumpu pada estetika visual, Dae-sung merancang seluruh ide hingga eksekusi koleksi JFW 2027 dengan berangkat dari kecintaan pada alam.


"Koleksi yang dibawa di JFW 2027 ini hadir dengan konsep ketulusan. Untuk bahan koleksi sendiri, kami menekankan penggunaan knitwear, tetapi dengan material yang jauh lebih ramah lingkungan," ujar Dae-sung saat ditemui saat Konferensi Pers JFW x Kocca 10th Anniversary Runway, di PIM 3, pada Minggu (1/11).


Ia menambahkan deretan busana yang dibawakan kali ini merangkum narasi tentang rasa ingin tahu, keberanian menantang batas, serta semangat kebebasan. Oleh karena itu, potongan busananya dirancang secara genderless atau gender neutral agar dapat dikenakan oleh siapa saja.


Dae-sung memastikan pola dan teknik jahitan koleksinya tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa mengikis pesan utama tentang pelestarian lingkungan. "Kembali lagi, fokus utama Kimoui yakni menciptakan koleksi yang berkelanjutan ," tegasnya.

Peluang Kolaborasi Tekstil Ramah Lingkungan di Indonesia

Daya tarik eksplorasi material tersebut mendorong Kimoui untuk membuka peluang kerja sama dengan industri tekstil di Indonesia. Dae-sung mengungkapkan ketertarikannya menggaet vendor lokal yang memproduksi bahan baku daur ulang maupun kain berserat alami, seperti serat bambu. Langkah itu dipandang strategis untuk memperkuat komitmen hijau sekaligus mengefisiensikan rantai pasok distribusi di kawasan Asia Tenggara.

"Salah satu yang terpikirkan yakni bagaimana kalau kita mencari vendor di Indonesia yang memproduksi bahan ramah lingkungan atau bahan daur ulang, misalnya perusahaan kain yang menghasilkan bahan serat bambu," ungkap Dae-sung.


Meski demikian, rencana perluasan rantai pasok ke Indonesia ini masih dalam tahap riset pasar yang mendalam. Pihak Kimoui berhati-hati memperhitungkan risiko operasional dan logistik agar tidak memicu kendala pengiriman yang dapat berdampak pada citra jenama maupun mitra distributor lokal.


"Nanti akan coba dipelajari lebih lanjut oleh tim brand. Kami khawatir jika ada perpindahan distribusi antarnegara yang berisiko memunculkan kendala logistik, hal itu bisa berdampak negatif bagi brand maupun mitra distributor di Indonesia," katanya.(Tka)

Baca juga:

Bintang 'DoTS' Jalan di Runway Jenama Korea, Dian Sastro Sampai Eva Celia Tampil Memukau di JFW 2026





Baca Artikel Asli