Merahputih.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) membuka kemungkinan untuk memperketat sistem pembebasan wajib militer bagi atlet elite.
Wacana tersebut mencuat setelah kontroversi perayaan timnas Korsel seusai menjuarai Asian Games 2026 memicu kembali perdebatan mengenai keadilan dalam sistem wajib militer.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel, Choi Hwi-young, menyampaikan sikap tersebut dalam sidang komite Majelis Nasional.
Baca juga:
BTS Akhirnya Lengkap lagi, Suga Kelar Wajib Militer Hari Ini
Ia mengakui sistem pembebasan bagi atlet dan seniman berprestasi telah berlaku selama lebih dari lima dekade, tetapi kondisi sosial Korsel telah banyak berubah.
Persempit Cakupan Pembebasan

Choi menilai sistem tersebut perlu dikaji ulang, termasuk kemungkinan mempersempit cakupan pembebasan.
Memang benar sistem ini telah berkontribusi membantu seniman dan atlet berprestasi mempertahankan serta mengembangkan kemampuan mereka,
kata Choi dalam sidang tersebut, seperti dikutip BBC Sport.
"Namun, nilai-nilai yang melekat pada keadilan dan persepsi publik terhadap wajib militer telah berubah. Saya setuju bahwa sistem ini harus kembali ditinjau secara menyeluruh."
Selebrasi Timnas Korsel Picu Kontroversi
Perdebatan tersebut kembali mengemuka setelah timnas Korsel mengalahkan tuan rumah Jepang di final Asian Games.
Selebrasi sejumlah pemain kemudian menuai kritik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kapten Korsel Lee Gi-hyuk, yang terlihat merayakan keberhasilan tersebut dengan membawa medali emas sambil mengatakan bahwa dirinya "tidak akan pergi ke militer."
Video tersebut viral dan memicu reaksi keras di Korsel. Bagi sebagian masyarakat, wajib militer dipandang sebagai bentuk kewajiban nasional dan pengorbanan yang harus dijalani bersama oleh pria muda.
Lee kemudian meminta maaf atas pernyataannya. Namun, kontroversi tersebut telanjur memperbesar sorotan terhadap kebijakan pembebasan wajib militer bagi atlet berprestasi.
Aturan Pembebasan Wajib Militer Korea Selatan
Korea Selatan mewajibkan pria menjalani 18 hingga 21 bulan wajib militer aktif sebelum mencapai usia 28 tahun.
Dalam aturan yang berlaku saat ini, atlet dapat memperoleh manfaat khusus setelah meraih medali Olimpiade atau medali emas Asian Games. Mereka tidak sepenuhnya bebas dari kewajiban, tetapi masa tugasnya dapat digantikan dengan kurang dari satu bulan pelatihan dasar serta kewajiban pelayanan alternatif.
Sistem tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi atlet yang dianggap membawa nama Korea Selatan di panggung internasional.