MERAHPUTIH.COM — KOREA punya selebritas baru, dan ia enggan pergi. Seekor ikan hiu dusky telah sebulan menempati sebuah kanal di kota pelabuhan Busan. Kemunculan sang hiu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal yang kemudian memberinya julukan Bukangi.
Sejak Bukangi masuk ke kanal di Busan, tim penyelamat telah berkali-kali mencoba menggiringnya ke laut lepas, membebaskannya ke habitat alami. Selama berminggu-minggu, tim penyelamat berusaha sia-sia untuk membawanya kembali ke laut lepas menggunakan jaring-jaring besar. Usaha terbaru dilakukan pada Rabu (21/10). Namun, Bukangi malah kembali lagi ke kanal tersebut setelah sempat keluar ke laut lepas.
Pada Kamis, pihak berwenang menyatakan mereka telah memperkuat rintangan untuk mencegah Bukangi kembali. Namun, hiu tersebut belum juga berenang jauh ke laut lepas dan berulang kali berputar kembali menuju mulut saluran air tersebut.
Upaya Penyelamatan Disiarkan Langsung
Penyelamatannya memicu beragam reaksi di Busan. Sebagian orang berpendapat hiu tersebut sebaiknya tetap tinggal, sedangkan yang lain merasa lebih baik jika ia pergi. Dalam operasi yang disiarkan secara langsung pada Rabu, para petugas penyelamat membutuhkan waktu lebih dari delapan jam untuk dengan hati-hati menggiring hiu sepanjang tiga meter tersebut menggunakan jaring menuju perairan terbuka di pelabuhan.
Ratusan penggemar yang mengaguminya berkumpul di taman yang menghadap ke kanal, bersorak dan melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal kepada Bukangi.
Namun, pada Kamis pagi, Bukangi dilaporkan berenang kembali ke dalam kanal setelah menembus pembatas yang dipasang pihak berwenang. Untuk beberapa saat, Bukangi sempat terjebak di ruang sempit di antara dua lapisan jaring di kanal tersebut.
Tim penyelamat membebaskannya dengan melepas lapisan jaring luar. Sejak saat itu, tim telah memperkuat lapisan jaring yang tersisa untuk mencegahnya masuk kembali. Menurut pihak berwenang, meski telah berenang lebih jauh ke luar, Bukangi terus berputar kembali.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan tim penyelamat telah menyelesaikan operasi mereka untuk membebaskan hiu tersebut. Bukangi diduga masuk ke kanal karena suhu air yang hangat secara tidak biasa serta melimpahnya ikan. Dengan kondisi laut yang semakin hangat setiap tahunnya, para ahli menyatakan Busan mungkin akan menjadi tuan rumah bagi lebih banyak hiu di masa depan.
Baca juga:
KKP dan WWF Perkuat Perlindungan Habitat Hiu dan Pari di Indonesia
Jadi Daya Tarik Wisata
Fenomena Bukangi menjadi daya tarik baru di Busan. Dalam kurun waktu satu bulan keberadaannya di kanal tersebut, Bukangi telah menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung.
Popularitasnya memberikan dorongan positif bagi pariwisata Busan. Kota tersebut bahkan menjadikannya sebagai maskot tidak resmi.
Sejak kedatangan Bukangi, bisnis di sekitar kanal menjadi lebih ramai. Banyak food truck berdatangan, membuat area tersebut sebagai lokasi wisata. Penggemar Lotte Giants bahkan menggunakan Bukangi sebagai hiu keberuntungan mereka. Fenomena Bukangi bahkan menerbitkan merchandise dan kolaborasi fesyen.
Baca juga:
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
Kesejahteraan Bukangi Mengkhawatirkan
Namun, pihak berwenang kini mengkhawatirkan kesejahteraan Bukangi karena ia tampak terluka dan tidak mau makan. Pengguna media sosial telah menyebarkan video Bukangi yang sedang berenang di kanal dengan moncong yang terlihat berdarah. Terdapat pula kekhawatiran bahwa hiu tersebut akan semakin melemah akibat turunnya suhu air.
Sebelum operasi minggu ini, telah ada dua upaya gagal sebelumnya untuk menggiring Bukangi keluar dari kanal menggunakan jaring. Sebagian warga di Busan merasa lebih aman bagi hiu tersebut untuk tetap berada di dalam kanal.
Cho Hannah, yang telah bepergian selama dua jam dari rumahnya di Provinsi Gyeongsang Utara untuk melihat hiu tersebut. Menurutnya, Bukangi ialah hadiah yang langka bagi Busan.
"Hiu ini telah menjadikan kanal ini sebagai rumahnya, dan kita mengusirnya tanpa alasan yang jelas. Saya khawatir hiu ini bisa mati tersangkut jaring, atau mati di laut lepas," katanya, dikutip BBC.
Namun, warga lain seperti Yoon In-taek mengatakan memang sudah seharusnya Bukangi pergi. "Bukangi tampak jauh lebih besar saat pertama kali saya melihatnya pada 18 September, ketika ia baru tiba di sini. Sekarang ia terlihat kurus. Saya mengkhawatirkan kesehatannya jika ia terus bertahan di sini," katanya.
Warga lainnya, Shin Seungmin mengungkapkam kekhawatiran serupa. Menurutnya, hal terbaik ialah Bukangi pergi, tidak kembali lagi, serta hidup dan mencari makan dengan bebas di laut lepas. “Saya akan sangat senang melihatnya menemukan kehidupan yang sehat dan bebas di luar sana," kata Seungmin.
Seungmin menyebut Bukangi telah membawa begitu banyak kebahagiaan bagi komunitas di Busan seraya menambahkan bahwa ia merasa sedih melihatnya pergi.
"Tetapi ia harus pergi dan menjalani kehidupan hiu yang normal,” tutupnya.(dwi)
Baca juga:
Sah! Teluk Saleh NTB Sandang Status Area Konservasi Baru Hiu Paus