MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menyapu sejumlah wilayah di Grand Canyon, Amerika Serikat, Sabtu (29/8). National Park Service (NPS) menyebut satu orang tewas dan 15 lainnya masih hilang dalam bencana tersebut.
Banjir bandang menerjang Bright Angel Canyon dan kawasan Phantom Ranch pada Sabtu sore. Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.
Dalam pernyataan pihak taman nasional, dikutip CBS News, jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu (30/8) malam di dekat Crystal Rapids, di sepanjang Sungai Colorado. Hingga kini, sebanyak 62 orang dievakuasi melalui jalur udara dari kawasan tersebut.
"Semua ini benar-benar mengerikan. Awalnya hari itu sangat indah, lalu tiba-tiba orang-orang berteriak dan berlarian,” kata Nikki Baggs, 41, salah seorang korban yang dievakuasi melalui jalur udara dari dasar Grand Canyon bersama dua temannya.
Baca juga:
Baggs mengatakan ia dan kedua temannya baru saja menaruh barang-barang mereka di sebuah kabin di Phantom Ranch, penginapan terpencil yang berada di dasar Grand Canyon, ketika mereka memutuskan keluar untuk menikmati cuaca cerah. Namun, tanpa mereka sadari, air bah tiba-tiba menerjang kawasan tersebut.
Begitu hujan turun, Baggs dan kedua temannya segera menuju tempat yang lebih tinggi. Mereka sempat duduk di sebuah meja piknik sebelum petugas taman berteriak agar mereka kembali berlari menuju tepian lain yang lebih tinggi. Mereka kemudian bertahan di sana bersama sejumlah orang lainnya selama berjam-jam hingga akhirnya dievakuasi sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Baggs mengatakan ia dan kedua temannya sebelumnya sudah menantikan makan malam steak di Phantom Ranch. Namun, setelah kejadian tersebut, mereka hanya bersyukur masih hidup berkat respons cepat para petugas taman. "Ini benar-benar upaya yang terkoordinasi dengan sangat baik. Itulah yang membuat kami merasa aman dalam situasi yang sebenarnya sangat tidak aman,” katanya.
Baggs mengatakan ia dan kedua temannya menyaksikan dari tempat yang lebih tinggi ketika jembatan-jembatan tersapu arus banjir.
15 Orang masih Hilang
Dalam pernyataan awalnya, NPS mengatakan sedang mencari informasi mengenai lebih dari 20 orang yang diduga hilang atau belum diketahui keberadaannya. Namun, jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 15 orang. NPS mengatakan banjir menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah. Sejumlah jalur pendakian di kawasan tersebut juga telah ditutup.
Penginapan untuk tamu yang bermalam di South Rim akan dihentikan mulai Senin hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil setelah banjir menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur air di taman nasional tersebut.
NPS meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan pendaki atau backpacker yang berada di kawasan dalam Grand Canyon, khususnya di sepanjang koridor Bright Angel Creek pada Sabtu, untuk segera menghubungi pihak berwenang.
Potensi Banjir Susulan
NPS juga memperingatkan bahwa badai petir dan hujan deras masih diperkirakan terjadi pada Minggu dan Senin. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir bandang tambahan, aliran material longsoran, jatuhan batu, serta perubahan kondisi jalur dan sungai.
Grand Canyon merupakan salah satu taman nasional paling populer di Amerika Serikat. Kawasan ini dikunjungi sekitar lima juta orang setiap tahun. Bright Angel Trail menjadi salah satu jalur pendakian paling populer di kawasan Grand Canyon.(dwi)
Baca juga:
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan