MerahPutih.com- Amerika Serikat masih melajukan serangan udara ke wilayah Iran, pada Minggu (5/4).
Jet-jet tempur AS dilaporkan menembaki sejumlah kawasan di Kohgiluyeh, Iran.
Serangan ini diklaim untuk melakukan pencarian pilot jet tempur AS yang jatuh di sana.
Media Tasnim melaporkan, serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang diyakini menjadi tempat pilot tersebut berada.
Baca juga:
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam
Menurut sumber, serangan itu dilakukan karena AS sudah putus asa dan kehilangan harapan dapat mengevakuasi sang pilot dalam operasi penyelamatan.
Disebutkan pula, AS "tidak menyampaikan semua kebenaran" terkait pilot tersebut dan otoritas Iran tidak akan mengungkapkan apakah pilot itu telah mereka tahan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur di Iran tengah dengan sistem pertahanan udara mereka.
Media AS kemudian melaporkan pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15 dan seorang pilotnya berhasil diselamatkan. Sementara, operasi penyelamatan diterjunkan untuk mencari satu pilot lainnya.
AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang hingga kini telah menewaskan 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan tersebut juga dibalas dengan blokade Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak. Dan blokade ini telah membuat krisis bahan bakar minyak dan kenaikan harga minyak dunia.