MerahPutih.com – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan terlibat baku tembak dengan pasukan Amerika Serikat, Rabu (15/7).
Dikutip Kantor Berita Tasnim, Pejabat Hormozgan membenarkan Bandar Abbas menjadi target serangan terbaru rudal AS. Terdengar ledakan keras hingga menyebabkan langit Kota pelabuhan itu merah membara.
Baca juga:
Trump Blokade Selat Hormuz, Akan Terapkan Biaya Keamanan 20 Persen Atas Kargo
Situs berita Mehr juga melaporkan ledakan di timur Sirik terkait pertempuran di Teluk Persia dan kota-kota pesisir Iran lainnya.
Pulau-pulau di selatan Iran juga menjadi sasaran tembak militer AS. Sebaliknya, IRGC dilaporkan terus melakukan serangan balasan ke arah perairan Selat Hormuz
Target CENTCOM Lemahkan Mobilitas Iran di Selat Hormuz
AS juga terus melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal yang melintas ke dan dari pelabuhan Iran. Lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer dikerahkan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga:
Iran dan AS Gencatan Senjata, Puluhan Kapal Antre Masuk Selat Hormuz
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru itu ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.
Pasukan Amerika tetap waspada, mematikan, dan siap,
Komando Pusat Milter AS CENTCOM.
AS dan Iran Abaikan Nota Perdamaian
Gelombang ledakan baru ini terjadi meski Pakistan telah memediasi nota kesepahaman perdamaian antara AS dan Iran yang diteken sebelumnya.
Baca juga:
Iran dan AS Kembali Memanas, Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz Melambat
Namun, kini kedua pihak kembali saling serang. Akibatnya, situasi perairan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia itu kini semakin genting. (*)