MerahPutih.com - Ribuan personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen dari sektor buruh, Rabu (2/10). Aksi tersebut akan berlangsung di depan Gedung DPR RI.
"Kami sudah menyiapkan pengamanan. Ada 6.000 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (2/10).
Baca Juga
Selain itu, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro jaya telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Hanya saja, sifatnya situasional.
"Ada rekayasa lalu lintas, sifatnya situasional," sambungnya.
Baca Juga
Sebelumnya, sejumlah serikat pekerja bakal tetap menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (2/10). Aksi besar-besaran ini akan dilakukan di 10 Provinsi di Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan khusus di Jakarta aksi bakal berpusat di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
"Besok kaum buruh akan tetap melakukan aksi besar-besaran di 10 provinsi. Khusus di Jabodetabek, aksi akan di DPR RI," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/10).
Baca Juga
Dalam aksi tersebut, serikat buruh akan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan menuntut revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. (Knu)