Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Bahaya Paham Radikalisme untuk Anak-Anak

Ana Amalia - Rabu, 20 Januari 2016

MerahPutih Peristiwa - Sekretaris bidang organisasi dan kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor, Hasan Basri Sagala mengaku sudah mengirim surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menarik buku-buku paham radikalisme islam karya Murani Musta'im, yang berjudul 'Anak Islam Suka Membaca'

"Kami sudah menulis surat untuk mendesak Kementerian menarik buku-buku ini. Kita bahkan akan mendatangkan Kementerian kemarin siang," kata Hasan di Kantor DPP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).

GP Ansor menilai, paha radikalisasi telah menyebar luas ketingkat anak-anak usia dini. Melalui buku-buku beraliran wahabisme ke sekolah-sekolah pra usia dini.

"Proses munculnya radikalisasi di Indonesia ini ternyata lebih luas, anak-anak kita meraka sudah mulai masuk dengan isu-isu radikalisme," lanjut Hasan.

Radikalisme, menurut Hasan saat ini telah beredar untuk itu, GP Ansor akan bersikap tegas guna menyisir buku-buku yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Redikalisme yang beredar ini kan memang sudah menyebar sejak lama, kita akan meminta Ansor di seluruh daerah untuk menyisir sekolah TK yang menggunakan buku ini," ungkapnya.

Seperti diketahui, buku berpaham radikalisme yang mengarah kepada wahabisme atau salafi wahabi banyak ditemukan disekolah-sekolah TK di Depok, Jawa Barat.

Murani Musta'im diketahui adalah istri dari Aip Syafrudin dari Laskar Jihad Solo.

Saat ini buku itu telah dicetak lebih dari 160 cetak ulang sampai bulan November 2015. (Adt)

BACA JUGA:

  1. Polisi: Tidak Ditemukan Bom di Mal Seasons City
  2. Wisman Apresiasi Kesigapan Aparat Lumpuhkan Pelaku Bom Sarinah
  3. Berikut Identitas 5 Pelaku Teror Bom di Sarinah
  4. Korban Bom Sarinah 4 Pelaku, Dua Warga Sipil, dan 1 Masih Didalami
  5. 7 Korban Tewas Insiden Bom Sarinah Teridentifikasi
Baca Artikel Asli