Bahaya Paham Radikalisme untuk Anak-Anak

Ana AmaliaAna Amalia - Rabu, 20 Januari 2016
Bahaya Paham Radikalisme untuk Anak-Anak

Ilustrasi: Anak-anak jalanan yang tinggal di rumah singgah kontainer yang berada di Masjid Terminal Depok, Rabu (16/12). (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Sekretaris bidang organisasi dan kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor, Hasan Basri Sagala mengaku sudah mengirim surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menarik buku-buku paham radikalisme islam karya Murani Musta'im, yang berjudul 'Anak Islam Suka Membaca'

"Kami sudah menulis surat untuk mendesak Kementerian menarik buku-buku ini. Kita bahkan akan mendatangkan Kementerian kemarin siang," kata Hasan di Kantor DPP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).

GP Ansor menilai, paha radikalisasi telah menyebar luas ketingkat anak-anak usia dini. Melalui buku-buku beraliran wahabisme ke sekolah-sekolah pra usia dini.

"Proses munculnya radikalisasi di Indonesia ini ternyata lebih luas, anak-anak kita meraka sudah mulai masuk dengan isu-isu radikalisme," lanjut Hasan.

Radikalisme, menurut Hasan saat ini telah beredar untuk itu, GP Ansor akan bersikap tegas guna menyisir buku-buku yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Redikalisme yang beredar ini kan memang sudah menyebar sejak lama, kita akan meminta Ansor di seluruh daerah untuk menyisir sekolah TK yang menggunakan buku ini," ungkapnya.

Seperti diketahui, buku berpaham radikalisme yang mengarah kepada wahabisme atau salafi wahabi banyak ditemukan disekolah-sekolah TK di Depok, Jawa Barat.

Murani Musta'im diketahui adalah istri dari Aip Syafrudin dari Laskar Jihad Solo.

Saat ini buku itu telah dicetak lebih dari 160 cetak ulang sampai bulan November 2015. (Adt)

BACA JUGA:

  1. Polisi: Tidak Ditemukan Bom di Mal Seasons City
  2. Wisman Apresiasi Kesigapan Aparat Lumpuhkan Pelaku Bom Sarinah
  3. Berikut Identitas 5 Pelaku Teror Bom di Sarinah
  4. Korban Bom Sarinah 4 Pelaku, Dua Warga Sipil, dan 1 Masih Didalami
  5. 7 Korban Tewas Insiden Bom Sarinah Teridentifikasi
#Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Bagikan