Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya

Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026

Merahputih.com - Warga ibukota wajib ekstra waspada karena kualitas udara Jakarta pada Senin (14/9) pagi kembali memburuk hingga menduduki peringkat kedua terburuk di seluruh dunia.

Tingkat polusi yang melonjak tajam ini menjadi alarm bahaya bagi kesehatan, mengharuskan siapa saja untuk lebih protektif terhadap diri sendiri, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah.

Baca juga:

Info Cuaca Ekstrem 14-17 September 2026: Daftar Wilayah yang Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Berdasarkan pantauan langsung dari situs pengukur indeks kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, angka polusi udara Jakarta menembus level 170 yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Tingginya polusi PM2.5 dengan konsentrasi 82 mikrogram per meter kubik bikin udara di sekitar kita sangat berisiko memicu gangguan pernapasan.

Buat kamu yang masuk dalam kelompok sensitif, menghirup udara tidak sehat di Jakarta ini bisa merugikan kesehatan tubuh, membahayakan hewan peliharaan, bahkan secara perlahan merusak estetika lingkungan sekitar.

Peringatan dan Panduan Bertahan di Tengah Polusi

Polusi

Menghadapi situasi udara yang kotor ini, lembaga pemantau IQAir tidak tinggal diam dan mengeluarkan rekomendasi tegas untuk warga.

Masyarakat sangat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan segera tutup jendela rumah atau kantor agar udara kotor dari luar tidak masuk.

Selain Jakarta, masalah polusi nyatanya juga sedang mengepung berbagai belahan benua. Biar nggak penasaran, ini daftar lima besar kota dengan kualitas udara paling kotor di dunia pada waktu yang sama:

  1. Baghdad, Iraq (Skor AQI: 178)

  2. Jakarta, Indonesia (Skor AQI: 170)

  3. Dhaka, Bangladesh (Skor AQI: 166)

  4. Kuala Lumpur, Malaysia (Skor AQI: 163)

  5. Ho Chi Minh City, Vietnam (Skor AQI: 157)

Mengenal 4 Kategori Kualitas Udara, Kamu di Level Mana?

Supaya lebih aware sama bahaya yang mengintai, kamu perlu tahu acuan kualitas udara berdasarkan rentang partikel PM 2.5 berikut ini:

  • Baik (0-50): Udara bersih dan segar. Sama sekali tidak memberikan efek negatif bagi manusia, hewan peliharaan, maupun tumbuhan.

  • Sedang (51-100): Masih aman untuk manusia, tapi mulai berdampak pada tumbuhan yang super sensitif.

  • Sangat Tidak Sehat (200-299): Mulai berbahaya. Udara di level ini bakal langsung merugikan kesehatan kelompok orang yang rentan.

  • Berbahaya (300-500): Kondisi darurat. Udara beracun dan berisiko memicu masalah kesehatan serius bagi seluruh populasi tanpa terkecuali.

Langkah Cerdas Pemprov DKI dan BMKG: Rilis Early Warning System (EWS)

Kabar baiknya, pemerintah nggak tutup mata dengan masalah tahunan ini. Sebagai solusi jangka panjang mengurangi dampak pencemaran, Pemprov DKI Jakarta bersama BMKG tengah meracik sebuah terobosan berupa sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) khusus kualitas udara.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Udara Kabur hingga Hujan Lebat di Kota-kota Besar Indonesia Minggu, 13 September

Teknologi ini dirancang untuk memprediksi pergerakan polusi dengan jauh lebih akurat. Fitur ini jelas bakal jadi penyelamat, terutama buat mereka yang masuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta para pejuang penyakit asma dan gangguan paru-paru.

Lewat sistem EWS yang mudah diakses publik nanti, kamu bisa curi start untuk melakukan langkah pencegahan sebelum udara di luar telanjur parah. Beberapa hal simpel yang bisa langsung dipraktikkan antara lain memakai masker medis saat keluar ruangan, memangkas jadwal olahraga outdoor, serta meminimalkan paparan polusi demi menjaga paru-paru tetap sehat. Jaga kesehatan, ya!

Baca Artikel Asli