Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global

Kabut asap akibat karhutla. (BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.

Tidak hanya itu, kondisi tersebut sekaligus meningkatkan risiko bagi kesehatan manusia dan ekosistem.

Buletin Tahunan Kualitas Udara dan Iklim, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menekankan hubungan erat antara perubahan iklim dan polusi udara.

Baca juga:

Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027

WMO mendorong negara-negara untuk menerapkan kebijakan terpadu karena kedua persoalan tersebut saling berkaitan dan dapat memperburuk dampaknya.

Asap Kebakaran Hutan Makin Mengkhawatirkan

Salah satu sorotan utama WMO adalah meningkatnya kejadian ekstrem terkait asap kebakaran hutan. Berdasarkan laporan tersebut, frekuensi kejadian asap kebakaran secara global telah meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an.

WMO juga mengutip sebuah studi yang memperkirakan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun sepanjang periode 2010-2018.

Memenuhi pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan semakin sulit, karena cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan meningkat pada masa mendatang,

demikian pernyataan dalam laporan WMO.

Gelombang Panas Perparah Polusi Ozon

Baca juga:

Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026

Selain asap kebakaran, gelombang panas juga menjadi perhatian WMO. Suhu tinggi, kondisi udara yang stagnan, serta paparan sinar matahari yang intens dapat mempercepat pembentukan ozon di permukaan tanah.

WMO memperkirakan risiko kesehatan akibat paparan ozon akan meningkat seiring semakin seringnya kondisi cuaca ekstrem. Dampaknya bahkan berpotensi memicu puluhan ribu kematian dini tambahan.

Karena itu, WMO menyerukan penguatan sistem pemantauan kualitas udara. Pengawasan tidak hanya perlu mencakup polutan konvensional, tetapi juga zat seperti karbon hitam dan mikroplastik di atmosfer.

Baca juga:

El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem

#PBB #Polusi Udara #Kebakaran Hutan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang menyebabkan kematian kambing tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Pemprov DKI menggelar modifikasi cuaca menjelang Jakarta Running Festival dan konser Ye.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Indonesia
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter kubik selama kegiatan OMC.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Indonesia
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Mineral kritis yang menjadi komoditas kunci dalam transisi energi harus membawa timbal balik yang bermanfaat bagi negara berkembang pemiliknya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan mencapai Agenda 2030
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di  Hambalang
Indonesia
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Tiga jenazah korban karhutla Bromo yang meninggal dunia dievakuasi dievakuasi menuju RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk dilakukan auptosi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Bagikan