Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Awal April, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Jauh di Bawah Angka Kesembuhan

Zulfikar Sy - Jumat, 01 April 2022

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data kasus COVID-19 Indonesia.

Dilaporkan pada hari ini, Jumat (1/4), penambahan kasus positif harian turun di bawah angka 2.500 yakni sebanyak 2.390.

Dengan penambahan kasus hari ini, maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 6.015.748.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran

Selanjutnya untuk angka kesembuhan hari ini tercatat 9.036 orang, dan total pasien sembuh telah mencapai 5.759.838.

Sedangkan angka kematian hari ini dilaporkan sebanyak 75, turun dibandingkan kemarin sebanyak 89. Dengan ini, total kasus kematian mencapai 155.164.

Selanjutnya kasus aktif pada hari ini tercatat sebanyak 6.181, sehingga total kasus aktif tinggal 100.746.

Kasus aktif adalah jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sedang isolasi mandiri.

Kemenkes melaporkan dalam 24 jam terakhir jumlah orang yang diperiksa sebanyak 74.521 orang dengan angka positivity rate harian 3,93 persen.

Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa hari ini 116.449 sedangkan kemarin, jumlah spesimen diperiksa sebanyak 133.393.

Kemenkes mencatat hari ini ada 5.214 orang yang berstatus suspek. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan kemarin di mana ada 6.111 orang yang berstatus suspek.

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Ungkap Persyaratan Wajib bagi Warga Ingin Mudik

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi booster atau dosis ketiga merupakan perlindungan penting bagi pelaku perjalanan mudik Lebaran 2022.

"Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan COVID-19 yang lebih tinggi. Karena itu, vaksinasi booster penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular," kata Nadia.

Nadia yang juga menjabat Sekretaris Kesehatan Masyarakat Kemenkes itu mengatakan, mobilitas masyarakat pada mudik lebaran tahun ini akan lebih masif.

Puluhan juta masyarakat diprediksi kembali ke kampung halaman.

Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik Lebaran 2022, potensi masyarakat yang akan melakukan mudik tahun ini mencapai 80 juta orang.

"Sehingga perlu vaksinasi booster untuk mengurangi risiko jika tertular COVID-19," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

DKI Jakarta Sumbang Penambahan Kasus Harian COVID-19 Tertinggi di Akhir Maret

Baca Artikel Asli