Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Tak Jelas Paparkan Programnya, Fraksi PDIP: Jadi Tim Sinkronisasi Buat Apa?

Zulfikar Sy - Senin, 20 November 2017

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan William Yani menyindir tim sinkronisasi yang dibentuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebelum dilantik.

Menurut Yani, dengan adanya tim tersebut kerja Anies-Sandi saat menjabat bisa dapat lebih cepat. Namun, harapan itu hilang lantaran saat ini program yang dicanangkan Anies-Sandi belum ada yang matang.

"Jadi tim sinkronisasi berbuat apa? Apa yang dilakukan dengan tim sinkronisasi itu? Sekarang konsepnya mana? Sekarang hanya kajian-kajian," kata Yani di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin (20/11).

Pasalnya, Yani menilai penjelasan Anies Baswedan saat rapat paripurna dengan DPRD terkait soal program-program selama lima tahun ke depan belum ada yang jelas. Salah satunya soal program OK-Otrip, karena Anies tak memaparkan secara rinci guna pelaksanaan program tersebut.

"Sampai hari ini, jawaban gubernur di rapat paripurna ini semuanya belum jelas mau arahnya ke mana," tutur Yani.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelaskan konsep program OK-Otrip kepada para anggota DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna yang digelar hari ini, Senin (20/11).

“Berkenaan dengan program OK-Otrip dapat saya jelaskan bahwa program ini merupakan upaya integrasi moda transportasi untuk menyediakan angkutan umum yang terjangkau bagi seluruh warga DKI Jakarta," kata Anies di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (20/11).

Anies mengaku, pada tahapan awal program ini diberlakukan pada angkutan umum berbasis jalan dengan trayek tetap dengan tarif Rp 5.000 untuk satu kali perjalanan.

“Walaupun berganti kendaraan angkutan umum. Diharapkan melalui program OK-Otrip masyarakat bersedia pindah moda dari kendaraan pribadi menjadi angkutan umum," jelasnya. (Asp)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tarif OK-Otrip Rp 5.000, Anies Harap Masyarakat Pindah ke Angkutan Umum

Baca Artikel Asli