Merahputih.com - Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksi Lebaran 2026 akan diwarnai kepadatan di dalam kota karena sebanyak 4.024.251 warga memutuskan tidak melakukan perjalanan mudik.
Tingginya angka warga yang tak mudik menjadikan wisata Jakarta dan pusat perbelanjaan sebagai titik krusial kemacetan selama libur panjang mendatang.
Baca juga:
Lokasi Wisata Favorit Terancam Padat
Kepala Bidang Dalops LLAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, mengungkapkan bahwa jutaan warga yang bertahan di ibu kota diprediksi akan memadati sejumlah destinasi ikonik.
Lokasi seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kawasan Wisata Kota Tua, hingga kawasan elit PIK menjadi target utama kunjungan masyarakat.
"Masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar kota Jakarta diprediksi sekitar 6.653.749 orang, namun ada 4.024.251 orang yang tetap berada di dalam kota," ujar Yayat Sudrajat, Kamis (12/3).
Potensi kerumunan massa tidak hanya terjadi di tempat hiburan, tetapi juga merambah ke pusat perbelanjaan besar. Kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan menjelang dan sesudah hari raya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kesiagaan Personel
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah mematangkan strategi untuk menjaga kelancaran mobilitas. Langkah-langkah ekstrem seperti penerapan sistem contra flow, pembatasan kendaraan melalui metode ganjil genap, hingga pembatasan mobilitas di kawasan wisata tertentu mulai dipertimbangkan secara serius.
"Selain mempersiapkan orang yang mudik, ada kurang lebih 4 juta yang tidak mudik. Potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan akan diprediksi sangat padat," tambah Yayat menekankan pentingnya antisipasi dini.
Baca juga:
Untuk mendukung kelancaran di lapangan, Pemprov DKI menyiagakan sedikitnya 2.082 personel gabungan. Kekuatan ini didukung oleh sarana teknis berupa 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, serta ribuan rambu portabel dan traffic cone demi menjamin keamanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Di sisi lain, PT Jasa Marga memproyeksikan puncak arus mudik nasional jatuh pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan total kendaraan keluar Jakarta mencapai 3,6 juta unit, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 23 Maret 2026 (H+3).