MerahPutih.com - Pengelola Taman Balekambang mencatat banyak pengunjung yang masuk ke Taman Balekambang, Minggu (24/10).
Hal itu terjadi setelah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menerbitkan SE tentang PPKM Level 2 yang membolehkan anak di bawah 12 tahun masuk tempat wisata dengan syarat pendamping orang tua serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
Baca Juga:
Plt Dinas Pariwisata Solo Aryo Widyandoko, mengatakan adanya pelonggaran aturan dibolehkannya anak di bawah 12 tahun masuk tempat wisata alam dan tertutup disambut baik masyarakat. Alhasil, sejumlah tempat wisata seperti Taman Balekambang dan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo sudah banyak didatangi pengunjung.
"Tempat wisata di Solo yang sudah dibuka sejak turun Level 2 pada awal bulan belum ramai pengunjung, sekarang jadi ramai setelah anak di bawah 12 tahun masuk tempat wisata," kata dia.
Dikatakannya, untuk menarik banyak pengunjung ada dua event pariwisata yang akan dilakukan rutin hingga akhir tahun. Untuk event di Taman Balekambang ada acara Pasar Seni dan Budaya Balekambang.
"Ada juga atraksi Prajurit Keraton Surakarta Hadiningrat setiap Sabtu pukul 16.00 dan Isian Hiburan Rakyat setiap Sabtu dan Minggu. Ini jadi daya tarik," kata dia
Pengunjung Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah membludak, Minggu (24/10). (MP/Ismail)
Ia mengatakan, untuk akhir pekan ini ada peningkatan pengunjung di objek wisata Solo. Namun, untuk angka kenaikan baru proses perhitungan.
Wali Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan Taman Balekambang ditutup selama 1,5 tahun karena pandemi. Dengan turunya Solo level 2 dan banyaknya pelonggaran membuat pengelola objek wisata kembali bergairah.
"Selama masa pandemi Taman Balekambang hanya berkutat pada event-event pentas seperti Pentas Ketoprak dan Ramayana. Itu pun diselenggarakan secara virtual," katan dia.
Baca Juga:
Ia mengatakan, untuk menarik wisatawan Pemkot Solo menggelar event Pasar Seni dan Budaya pada 24-26 Oktober. Event ini melibatkan 20 komunitas pengrajin asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Masyarakat secara langsung boleh datang ke lokasi, meskipun dalam jumlah terbatas," tutup Teguh. (Ismail/Jawa Tengah)