Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Alami Masa Krisis, Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Layak Dapat Prioritas Bantuan Terbaik

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 November 2024

MerahPutih.com - Penyelamatan korban dampak bencana erupsi yang terjadi di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu menjadi prioritas utama. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Ia menekankan pentingnya menyediakan fasilitas darurat yang layak di lokasi pengungsian, seperti air bersih, dapur umum, dan layanan kesehatan. Posko-posko darurat harus menyediakan fasilitas dasar yang memadai.

“Selain itu, layanan kesehatan harus tersedia untuk mencegah penyakit menular dan menangani cedera akibat bencana,” kata Cucun dalam keteranganya dikutip Rabu (6/11).

Cucun juga menyoroti perlunya layanan psikososial bagi para korban bencana.

“Dukungan psikososial dan trauma healing sangat diperlukan agar para korban dapat pulih secara mental,” katanya.

Baca juga:

Prajurit TNI AL Tembus Medan Berbahaya demi Evakuasi Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Cucun berharap semua instansi dapat bekerja sama dengan efektif untuk memastikan keselamatan warga dan distribusi bantuan yang lancar selama masa krisis.

"Penguatan kolaborasi antarinstansi sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat maksimal dan kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi," tegasnya.

Baca juga:

Akses Sulit, Bantuan ke Korban Letusan Lewotobi Laki-Laki Tersendat

Cucun juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi mengenai langkah-langkah keselamatan dalam menghadapi erupsi.

"Sosialisasi dan edukasi penting agar masyarakat tetap siaga dan tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat," tutup politikus PKB ini.

Baca juga:

Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Bakal Dapat Santunan Tunai

Sekedar informasi, dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi ini menyebabkan sembilan korban jiwa dan 1 orang dalam kondisi kritis.

Sebanyak 31 orang mengalami luka berat dan 32 luka ringan, dengan beberapa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.

Erupsi juga berdampak pada tujuh desa di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, melibatkan 2.734 kepala keluarga atau 10.295 jiwa. (Knu)

Baca Artikel Asli