MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritisi aksi bagi-bagi bingkisan berlogo istana oleh Presiden Joko Widodo di Jalanan dikritik banyak masyarakat. Menurut Ray, kegiatan itu rentan menimbulkan kerumunan orang, apalagi di tengah pandemik COVID-19 seperti saat ini.
Ray berujar, kegiatan lama presiden yang senang membagi-bagi hadiah kepada masyarakat setiap melakukan perjalanan, sebaiknya dievaluasi di masa pandemik ini.
Baca Juga
"Sebab sangat rentan pada terjadinya kerumunan dan pengumpulan orang,” kata Ray kepada wartawan, Senin (13/4).
Apalagi, situasi saat ini di Jakarta misalnya, tengah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), serta secara nasional tengah dijalankan social distancing atau physical distancing. Maka dampak dari aksi “dermawan” Presiden di jalanan itu justru tidak sesuai dengan protokol tersebut.
“Tidak sesuai dengan anjuran presiden agar masyarakat menjaga jarak dan tidak perlu berada di luar rumah jika tidak ada hal yang amat sangat mendesak dan perlu,” tuturnya
Saat yang sama juga kegiatan ini dapat mengundang risiko kepada Presiden sendiri.
"Kita tidak tahu status para penerima, apakah sehat atau sedang mengalami sakit,” imbuhnya.
Jika aksi itu tidak dievaluasi dan masih saja dilakukan oleh Presiden, ia menilai justru akan membuat masyarakat menjadi keluar rumah atau ke jalanan jika mereka mendapat informasi bahwa presiden akan melewati jalan umum mereka.
“Dan hal ini juga dapat mengundang terjadinya kerumunan,” ujarnya.
Selain itu, Direktur Lingkar Madani ini juga memandang aksi bagi-bagi bingkisan ala Presiden di jalanan itu juga tidak ada konsep yang jelas.
Lalu, tak jelas apa tujuan pentingnya pembagian hadiah di tengah jalan seperti ini kepada masyarakat, khususnya di tengah pandemik Covid-19 ini. Apakah ini hendak menyatakan bahwa presiden memiliki kepakaan pada derita masyarakat kecil atau presiden hendak membantu beban mereka dengan hadiah-hadiah itu, atau sebagainya.
“Dalam kondisi normal, mungkin tindakan ini bisa dilihat sebagai kedekatan publik dengan pemimpinnya. Tapi dalam keadaan darurat seperti sekarang, tindakan kebaikan dan kedekatan baiknya lebih ditingkatkan mutunya menjadi lebih kuat dan memiliki implikasi besar,” tambahnya.
Peningkatan kedekatan Presiden kepada rakyat yang dimaksud Ray adalah melalui kebijakan dan policy yang jelas dan berpihak kepada rakyar.
“Yakni membuat kebijakan yang memastikan bahwa pandemik ini akan berlalu, dan masyarakat kita mendapat jaminan pangan selama pandemik ini berlangsung,” pungkasnya.
Baca Juga
Peringatan Yusril untuk Jokowi: Jangan Anggap Enteng Virus Corona
Bagi Ray, lompatan seperti inilah yang sedang ditunggu masyarakat Indonesia sampai hari ini. Berbagai kebijakan yang telah ditetapkan oleh presiden seperti belum terlihat implikasinya di tengah masyarakat.
“Salah satunya soal masih minimnya APD untuk para tenaga medis dan rapid test yang dinilai banyak orang masih jauh dari jumlah ideal. Langkah ini amat perlu agar kita terhindar dari musibah ini,” tutupnya. (Knu)