49 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir Sumatera Harus Direhabilitasi
Jumat, 09 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.180 orang meninggal dunia akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Sebanyak 145 orang masih berstatus hilang dan 238 ribu orang mengungsi, berdasarkan data per Jumat (9/1). Selain korban jiwa juga kerusakan infrastruktur, bangunan dan lahan yang massif.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan potensi area untuk rehabilitasi sebagai bagian dari penanganan bencana mencapai 49.197 hektare (ha), dengan area yang terluas berada di Sumatera Utara.
Direktur Rehabilitasi Hutan Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, M Saparis Soedarjanto menyampaikan pihaknya mendata potensi untuk rehabilitasi kawasan pasca-bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.
"Potensi area untuk rehabilitasi dalam rangka penanganan bencana Aceh 9.876 ha, Sumut 36.271 ha dan Sumber 3.050 ha," ujar Saparis.
Baca juga:
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
Sebelumnya, pihaknya juga mengidentifikasi sejumlah areal rehabilitasi hutan yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan di Sumatera Barat areal rehabilitasi yang ditanam seluas 1 hektare terdampak bencana tersebut.
Tidak hanya itu, BPDAS Asahan Barumun di Sumatera Utara melaporkan areal seluas 10 hektare di Desa Singgalang yang menjadi bagian dari lokasi penanaman pada 2024, juga terdampak bencana tersebut.
Di wilayah BPDAS Krueng Aceh, areal seluas 280 hektare yang dilakukan pada 2025 serta 40 hektare yang dilakukan penanaman pada 2024 di lokasi berbeda juga ikut terdampak.
Data tersebut merupakan hasil identifikasi cepat pada periode 28 November-10 Desember 2025 dan dapat berubah dengan penambahan terbaru.