MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi banjir yang merendam ratusan Rukun Tetangga (RT) di ibu kota pada Jumat (20/2).
Pramono menyebut banjir yang terjadi kali ini dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, terutama Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel), yang mengalir menuju Jakarta.
“Memang sekarang ini yang terjadi di Jakarta karena curah hujan tinggi di atas, terutama sebenarnya yang daerah Tangerang, Tangerang Selatan, itu memang airnya sebagian mulai masuk ke Jakarta. Itulah yang menyebabkan ada beberapa terjadi genangan,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat (20/2).
Baca juga:
Banjir Kebon Pala Makin Tinggi, Warga Pilih Pindah Kos ke Lantai Dua Sambil Tunggu Bantuan
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Pasar Cipulir Jakarta Selatan
1 Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano: Banjir, Macet, dan Polusi Masih Jadi PR
Ia mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan penanganan cepat, termasuk mengerahkan sejumlah pompa di titik-titik genangan.
“Kami sudah menyiapkan pompa, dan mudah-mudahan tidak berlangsung lama karena ini kan kebetulan lautnya juga tidak mengalami rob, sehingga dengan demikian, airnya bisa segera turun ke bawah,” katanya.
Menurutnya, kondisi pasang laut yang tidak mengalami rob menjadi faktor pendukung agar air dapat segera dipompa dan surut lebih cepat.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta hingga pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 127 RT dan enam ruas jalan masih terdampak banjir. (Asp)