MerahPutih.com - Pulau Sumatra kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) turut mengerahkan dua unit pesawat amfibi Bombardier CL-415MP untuk membantu Indonesia.
Dalam operasi kali ini dikutip dari kantor berita Malaysia Rabu (26/8), dua pesawat CL-415MP bantuan APMM itu ditempatkan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, sebagai pusat logistik dan koordinasi.
Baca juga:
Kecepatan Isi Ulang Air Bombardier CL-415MP
Bombardier CL-415MP merupakan varian khusus dari pesawat pemadam kebakaran amfibi CL-415. Selain kemampuan water bombing, pesawat juga dirancang untuk misi lain seperti search and rescue (SAR) dan rondaan maritim.
Dalam rekaman yang beredar, pesawat dengan nomor registrasi M71-02 terlihat melakukan manuver water scooping di Sungai Lumpur, Sumatera Selatan.
Proses penyedutan air sebanyak 6.000 liter hanya membutuhkan waktu sekitar 12 detik, sebelum pesawat kembali menuju titik api.
Keseluruhan rangkaian penerbangan dari pengisian hingga pengeboman air (water bombing) hanya memakan waktu sekitar 7 menit, menunjukkan efisiensi luar biasa dalam operasi pemadaman.
Baca juga:
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup
Target Luas Area Pemadaman Kebakaran 20 Km Persegi Sekitar Sungai Lumpur
Kali ini, APMM Malaysia diketahui mengoperasikan dua unit CL-415MP, yakni M71-01 dan M71-02.
Pada tahap awal dalam operasi pemadaman yang melibatkan kedua pesawat Malaysia itu difokuskan pada area seluas 20 kilometer persegi di sekitar Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Kedua pesawat pengebom air Malaysia itu diketahui juga pernah dikerahkan untuk pemadaman karhutla di Sumatra pada 2015 silam.
Tabel – Kapasitas & Efisiensi CL-415MP Pesewat Ampibi Maritim Malaysia
(*)