Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kebakaran Hutan Jati Bondowoso Meluas 4 Hektare, Petugas Andalkan Kepyok Lokalisir Api

Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026

MerahPutih.com – Kebakaran hutan jati di kawasan Jalan Raya Arak-Arak Bondowoso yang berbatasan dengan Situbondo, Jawa Timur, meluas hingga mencapai empat hektare pada Minggu (2/8).

Kepada media, dikonfirmasi Senin (3/8), Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan api melalap hutan di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh.

Petugas gabungan dari BPBD Situbondo, BPBD Bondowoso, Damkar, TNI-Polri, dan Perhutani turun langsung ke lokasi untuk memadamkan api.

Baca juga:

BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla

Pemadaman Manual dengan Kepyok

Puriyono menjelaskan, tim gabungan menggunakan metode manual berupa kepyok dan membuat iliran api agar kobaran tidak semakin meluas.

Kepyok merupakan alat manual berupa lembaran karet tebal atau ram kawat bertangkai panjang yang dipakai untuk memadamkan titik api kecil pada kebakaran hutan dan lahan

Kami mendapatkan informasi kebakaran sekitar pukul 17.45 WIB, lalu petugas segera melakukan pemadaman dengan penyemprotan, kepyok, serta membuat iliran api,

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono

Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Masih Diselidiki

Kebakaran daun jati di lantai hutan tepatnya di RPH Mlandingan, BKPH Panarukan, KPH Bondowoso, hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian dan pihak Perhutani.

Baca juga:

4 Daerah di Wilayah Jateng Dilanda Karhutla, Berawal Dari Pembakaran Serasah Panen Jagung

Meski api meluas, peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. Lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak mengancam keselamatan warga.

BPBD Situbondo menegaskan telah berkoordinasi dengan kecamatan, desa, Polsek, dan Koramil setempat untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Masyarakat juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

“Angin cukup kencang, jadi kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah bencana karhutla,” tandas Puriyono. (*)

Baca Artikel Asli