MerahPutih.com - Dewa United Banten FC membawa pulang tiga poin dari markas Borneo FC setelah menang 3-1 dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (16/9) malam. Di balik kemenangan tersebut, pelatih Osmar Loss mengaku sempat diliputi kekhawatiran.
Kemenangan Dewa United tidak diraih dengan mudah. Sempat unggul lewat Johnathan Pereira pada menit ke-14, Dewa United kehilangan kendali setelah Borneo FC menyamakan kedudukan melalui Ikhsan Nul Zikrak pada menit ke-49.
Tuan rumah bahkan beberapa kali mengancam pertahanan Dewa United. Salah satunya lewat Rodrigo Varanda yang tendangannya membentur mistar pada babak pertama.
Dewa United akhirnya memastikan kemenangan secara dramatis melalui dua penalti Denilson pada menit ke-90+1 dan 90+6.
Baca juga:
Ungkapan Denilson Junior Usai Jadi Penentu Kemenangan 3-1 Dewa United atas Borneo FC di Samarinda
Pertandingan ini berlangsung sulit. Kami sangat senang dapat meraih tiga poin di laga tandang,
ujar Osmar Loss.
Menurut Osmar, pertandingan tersebut memberikan pelajaran penting bagi anak asuhnya. Ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, pemain dituntut memiliki daya juang lebih besar.
“Hal penting yang perlu kami pahami adalah ketika performa tidak berjalan sesuai dengan yang kami harapkan, kami harus berjuang lebih keras dan lebih tangguh dalam menghadapi setiap tantangan yang diberikan oleh pertandingan,” sambungnya.
Osmar Loss Soroti Hilangnya Kendali Dewa United dan Ungkap Kekhawatiran
Osmar mengakui Dewa United sempat kehilangan kendali setelah mencetak gol pertama. Kondisi itu membuat Borneo FC mampu bangkit dan memberikan tekanan.
“Hari ini, setelah mencetak gol pertama, para pemain sedikit kehilangan kendali dengan bola dan mulai kalah dalam sejumlah duel. Hal terpenting dari pertandingan ini adalah mengambil pelajaran bahwa terkadang kami perlu menunjukkan semangat juang yang lebih besar daripada sekadar mengandalkan taktik dan strategi,” urainya.
Pelatih asal Brasil itu juga mengungkap kekhawatirannya sebelum pertandingan. Bukan terkait kekuatan Borneo FC, melainkan kondisi udara di Samarinda.
Osmar mengaku sempat heran ketika dokter tim menawarkan masker kepadanya sebelum laga. Ia kemudian mengaitkannya dengan kondisi udara yang biasa ditemuinya di Tangerang.
Baca juga:
Sebenarnya, saya sempat merasa khawatir pada awal pertandingan. Dokter bahkan menawarkan masker kepada saya. Saya bertanya, ‘Mengapa?’ Karena menurut saya, di Tangerang kami tidak selalu bisa melihat matahari dengan jelas. Kondisinya sering berkabut, seperti dipengaruhi polusi dan berbagai hal lainnya. Saya juga tidak mengetahui bagaimana kondisi cuaca di sini biasanya,
tuturnya.
Meski sempat khawatir, Osmar menilai kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan.
“Namun, menurut saya, kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan, meskipun mungkin dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Bukan terhadap pertandingan itu sendiri,” pungkasnya.