Hari Listrik Nasional

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 27 Oktober 2019
Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia

Cara memperoleh sumber energi listrik paling unik, dari kotoran hingga kulit buah (Foto: pexels/pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK lama, listrik telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi penduduk bumi. Semakin besar kapasitas listrik yang digunakan setiap harinya. Membuat biaya operasional penggunaan listrik meningkat. Masyarakat di daerah terpencil mencoba membuat inovasi baru dengan menciptakan sumber listrik alami. Menggunakan bahan alami di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Energi listrik yang dihasilkan serupa dengan listrik pada umumnya.

Dilansir dari beberapa sumber, terdapat berbagai jenis sumber energi yang pernah ditemukan di Dunia. Terbilang unik sebagaimana itu berasal dari hal-hal yang tidak terpikirkan olehmu sebelumnya. Alternatif tersebut bisa kamu coba di rumah, tentunya dengan prosedur yang sama seperti ulasannya berikut ini.

Baca juga:

4 Tips Ampuh Agar Tetap Bahagia Saat Mati Listrik

1. Tinja dan urine

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia
Ternyata tinja dan urine memiliki kandungan yang mampu menghasilkan energi listrik (Foto: pexels/hafidz alifuddin)

Membingungkan, kandungan metana dalam tinja dan urine mampu menghasilkan energi. Di Pennysylvania, limbah dari 600 ekor sapi perah dikabarkan telah menghasilkan 18 ribu galon pupuk kandang yang membantu pertanian berhemat.

Limbahnya mampu menghasilkan listrik, pupuk, dan bahan bakar pemanas. Melansir dari laman fixnews, keuntungannya diperkirakan mencapai USD 60 ribu atau setara Rp 842 juta dalam setahun.

Tak hanya hewan, limbah manusia juga mampu menghasilkan energi listrik. Diperkirakan 70 rumah menghasilkan gas yang mampu menjalankan mobil sejauh 10 ribu mil seperti yang diungkapkan Insinyur asal Wessex Water.

Senyawa kimia organik dalam urea tak memiliki racun dan tinggi nitrogen. Maka dari itu, tinja dan urine dapat menghasilkan listrik secara alami.

2. Lantai dansa

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia
Saat berdansa, suhu tubuh akan memanas sehingga mampu menghasilkan energi listrik (Foto: pixabay/pexels)

Sejumlah klub di Jepang telah menerapkan teknologi yang mampu menyerap energi listrik dari suhu tubuh manusia saat berada pada lantai dansa.

Hal ini dikarenakan suhu tubuh manusia mampu menghantarkan panas di sekitarnya. Energi kinetik dari pergerakan manusia saat berjalan ataupun menari dapat diubah jadi listrik.

Konsep ini didasarkan prinsip piezoeletrik, di mana piezoelectricty dihasilkan saat pikiran seseorang dalam ketegangan hingga dikonversi jadi energi listrik seperti yang dikabarkan laman scienceabc.

Baca juga:

Bagaimana Nasib Listrik Bila Bahan Bakar Fosil Habis?

3. Gula

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia
Telah diuji coba, gula pasir bisa diolah menjadi bahan bakar kelistrikan (Foto: Pixabay/Gabisanda)

Uniknya, gula pasir bisa dijadikan sebagai bahan bakar pengganti kendaraan. Lebih murah, bebas polusi, dan tak berbau. Beberapa peneliti dan ahli kimia di Virginia Tech melangsungkan uji coba dengan mengubah gula menjadi hidrogen.

Uji coba dilakukan dengan memadukan tanaman gula, air, dan 13 enzim hingga berubah jadi hidrogen dan karbon dioksida. Hidrogen berhasil diproduksi tiga kali lebih banyak. Tentunya, lebih hemat biaya.

4. Ampas kopi

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia
Jangan dibuang, ampas kopi bisa jadi alternatif sumber listrik (Foto: pixabay/free-photos)

Sekitar 10 kilogram kopi diproduksi setiap harinya. Sebanyak 600 miliar cangkir kopi juga diproduksi setiap tahunnya. Jadi minuman sehari-hari, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa.

Sayangnya, ampas kopi tak teralokasikan dengan baik. Padahal, ampas kopi mampu memproduksi bahan bakar bio-diesel. Perusahaan pertama yang melakukan industralisasi daur ulang ampas kopi, Bio-bean di London mampu menghasilkan bio-diesel dan produk pelet biomassa.

5. Kulit pisang

Sumber Listrik Alternatif Paling Unik yang Pernah Ditemukan Manusia
Kulit pisang juga bisa dijadikan sebagai bahan tambahan dalam produksi listrik (Foto: pixabay/stevepb)

Kandungan kalium dalam pisang sekitar 39 ribu hingga 19 ribu proton dan 20 ribu neutron. Satu positron dihasilkan setiap 75 menit seperti yang dilansir dari laman wired. Positron ini dimusnahkan ke dalam air 10 sentimeter.

Sekitar 50 persen energi yang dihasilkan digunakan sebagai energi termal air. Dengan menambahkan kulit pisang, positron yang dimusnahkan ke dalam air dengan elektron sehingga mampu memanaskan dan menghasilkan uap.

Proses penguapan inilah yang masuk ke dalam generator turbin selayaknya pembangkit listrik tenaga gas atau nuklir. Hasilnya, jika mendaur ulang tujuh kulit pisang akan menghasilkan energi listrik untuk satu jam penuh. (Dys)

Baca juga:

4 Tips Ampuh Agar Tetap Bahagia Saat Mati Listrik

#Hari Listrik Nasional #Lampu Kuning Oktober #Listrik Pintar #Penyederhanaan Listrik #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Indonesia
Tarif Listrik PLN Per kWh Januari 2026 Tak Naik, Cek Daftarnya Berikut Ini
Besaran biaya yang dibebankan kepada pelanggan saat ini masih merujuk pada ketentuan tarif listrik PLN yang berlaku pada akhir tahun 2025
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
Tarif Listrik PLN Per kWh Januari 2026 Tak Naik, Cek Daftarnya Berikut Ini
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Bagikan