Pentingnya Pengembangan Talenta Digital untuk Kemajuan Industri

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 15 Februari 2022
Pentingnya Pengembangan Talenta Digital untuk Kemajuan Industri

Talenta digital sangat penting untuk kemajuan industri (Foto: pixabay/sasint)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGEMBANGAN talenta digital sangat diperlukan untuk kemajuan industri di era pandemi. Hal itu dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. Nat. Abdul Haris.

Menurut Harus, pandemi ini merupakan mega distrupter yang mengubah perilaku hidup secara spontan. Seperti halnya yang selama ini berhubungan fisik, tapi sekarang menjadi virtual. Karena itu kuncinya ialah talenta digital.

Baca Juga:

NFT Naik Daun, Penguatan Literasi Digital Jangan Ditunda Lagi

Haris menjelaskan, di era pandemi hampir seluruh industri yang bergerak di bidang digital masih sangat berkembang. Sebaliknya, industri konvensional justri banyak yang mengalami keterpurukan, hingga perlu adanya peningkatan talenta digital di Indonesia.

Mahasiswa merupakan salah satu yang bisa diandalkan terkait peningkatan talenta digital di Indonesia (Foto: pixabay/stocksnap)

Untuk mengatasi hal itu, Haris mengatakan bahwa mahasiswa merupakan salah satu yang bisa diandalkan, terkait peningkatan talenta digital di indonesia. Hal itu lantaran Indonesia punya kemampuan seta ide yang luar biasa.

"Kami melihat mahasiswa ini memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan ide-idenya liar untuk mengembangkan industri, tentu memberikan sumbangsih dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat global mulai dari financial technology (fintech), digital services, hingga metaverse," jelas Haris, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca Juga:

Cegah Hoaks di Masyarakat, Kominfo Gencarkan Literasi Digital


Perihal pengembangan talenta digita, Haris menuturkan harus adanya sejumlah kolaborasi. Baik dari pemerintah, swasta, serta institusi penyelenggara pendidikan.

Dibutuhkan adanya sejumlah kolaborasi untuk kemajuan industri (Foto: pixabay/stocksnap)

Adapun kolaborasi yang bisa dilakukan yakni lewat program beasiswa. Seperti yang telah dilakukan oleh UI bersama salah satu perusahaan teknologi global.

"Tentu ini bagian dari upaya kami untuk terus memberikan kesempatan akses yang luas bagi mahasiswa yang memerlukan atau berkebutuhan khusus terkait bantuan finansial," jelas Haris.

Haris juga merasa bersyukur karena saat ini cukup besar dari industri yang terlibat dalam pemberian beasiswa. Terdapat hampir 30 persen mahasiswa UI yang mendapat beasiswa. Karena itu Haris mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama.

Dengan adanya program tersebut, sinergi dari industri, perguruan tinggi, serta pemerintah menjadi sangat penting. Yakni untuk terus mencetak para talenta muda yang berkualitas. (Ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Kesejahteraan Digital Bagi Anak

#Industri #Ekonomi Digital #Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Pelaksanaan SPMB telah berlangsung mulai 15 Juni hingga 9 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Pungli mencederai pelaksanaan SPMB yang seharusnya berjalan bebas dari biaya.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Indonesia
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
SPMB 2026/2027 disiapkan untuk memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Bagikan