Ini Alasan Partai Koalisi Jokowi Lebih Memilih Bamsoet Ketimbang Ahmad Muzani

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 03 Oktober 2019
 Ini Alasan Partai Koalisi Jokowi Lebih Memilih Bamsoet Ketimbang Ahmad Muzani

Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, berdasarkan realitas politik Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan calon ketua MPR yang paling kuat.

Menurut Karyono, ada kecenderungan kuat mayoritas partai koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin lebih bisa menerima Bamsoet dibanding Ahmad Muzani.

Baca Juga:

Mayoritas Partai Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR

"Pertimbangan pertama, Bamsoet berasal dari Partai Golkar yang notabene adalah sesama partai koalisi," kata Karyono kepada merahputih.com di Jakarta, Kamis (3/10).

Direkrtur Indonesia Public Institute inie melanjutkan, alasan kedua adalah Golkar merupakan pemenang kedua dalam pemilu legislatif berdasarkan perolehan kursi di DPR.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani diplot untuk pimpin MPR
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: mpr.go.id)

"Meskipun tidak ada aturan yang menyatakan pemenang kedua otomatis menjadi ketua MPR," jelas Karyono.

Karyono juga melihat, perlunya pengendalian politik yang menjamin stabilitas pemerintahan.

"Pertimbangannya adalah mengawal agenda strategis antara lain melanjutkan sosialisasi 4 Pilar MPR dan Haluan Negara. Atas pertimbangan tersebut maka sosok Bamsoet tentu dinilai lebih cocok dibanding Muzani," jelas Karyono.

Namun, demikian jika mekanisme pemilihan ketua MPR melalui musyawarah antar fraksi dan kelompok DPD tidak mencapai mufakat, maka mekanisme pemilihan ketua MPR harus melalui pemungutan suara oleh anggota MPR.

Kedua mekanisme pemilihan baik musyawarah mufakat maupun pemungutan suara tentu ada tantangan.

"Tetapi kata kuncinya terletak pada kemampuan lobi. Nah, soal lobi dan komunikasi, Bamsoet memiliki kemampuan yang sudah teruji, sehingga memuluskan jalan untuk menjadi ketua MPR RI Periode 2019-2024," pungkas Karyono Wibowo.

Baca Juga:

Pengamat Sebut Komposisi Pimpinan DPR Cerminkan Kesejukan Politik ke Depan

Seperti diketahui, Gerindra juga masih ngotot ingin agar pimpinan MPR dari fraksinya, Ahmad Muzani bisa menduduki kursi MPR-1. Namun dengan tambahan dukungan PKB, Bamsoet sudah mendapat suara mayoritas.

Selain PKB, fraksi MPR dari satu koalisi yang sudah memberikan dukungan untuk Bamsoet adalah PDIP, NasDem, dan PPP. Dua partai oposisi PAN dan PKS juga sudah melabuhkan dukungan untuk eks Ketua DPR itu. Fraksi kelompok DPD RI juga memberi sinyal akan mendukung Bamsoet. Hanya tinggal Demokrat yang belum menentukan pilihannya.(Knu)

Baca Juga:

Gerindra: Ahmad Muzani Pimpin MPR Cerminkan Rekonsiliasi Nasional

#Karyono Wibowo #Pengamat Politik #Ketua MPR #Bambang Soesatyo
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Erick Thohir hingga Bamsoet Puji Sosok Jerry Hermawan Lo yang Peduli Sesama di Peluncuran Buku “The Art of Simple Leadership”
Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo itu bukan lahir dari kemewahan ataupun jalan pintas menuju puncak bisnis
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Erick Thohir hingga Bamsoet Puji Sosok Jerry Hermawan Lo yang Peduli Sesama di Peluncuran Buku “The Art of Simple Leadership”
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Fenomena 'No Viral No Justice, saat Keadilan Baru Muncul setelah Viral, Hukum Bekerja hanya demi Popularitas
Fenomena no viral no justice menjadi tanda adanya persoalan mendasar dalam sistem penegakan hukum nasional.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Fenomena 'No Viral No Justice, saat Keadilan Baru Muncul setelah Viral, Hukum Bekerja hanya demi Popularitas
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang
Bamsoet mengatakan sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD bukan hal baru dalam praktik demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang
Bagikan