Parenting

Humor Efektif Digunakan dalam Mendisiplinkan Anak

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 18 November 2020
Humor Efektif Digunakan dalam Mendisiplinkan Anak

Mendidik dengan humor lebih efektif. Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENDISIPLINKAN anak tampaknya seperti hal yang sangat serius dalam dunia parenting. Namun itulah masalahnya. Larry Cohen, penulis Playful Parenting dan terapis bermain menuturkan bahwa menyisipkan humor dalam mendidik anak lebih sedikit stres dan jauh lebih menyenangkan. Mendisiplinkan anak dengan humor dan permainan membuat setiap orang merasa jauh lebih baik daripada memukul anak.

Cohen menjelaskan, faktor terpenting dalam mendisiplinkan anak adalah bagaimana hubungan antara orang tua dan anak terbangun. "Bermain dan humor bukanlah satu-satunya cara untuk membuat hubungan itu, tapi mungkin itulah yang terbaik," kata Cohen.

Baca Juga:

Pola Asuh Disiplin Hasilkan Anak Tangguh dan Bertanggungjawab

anak
Mendisiplinkan anak dengan cara asik. (Foto: Pexels/Katie E)

Itu karena bermain adalah dunia anak-anak dan tempat mereka tinggal. Dengan masuk ke dunia mereka, berbagai nilai-nilai disiplin akan teresapi dengan cara nyaman. "Ketika semua orang stres dan kelebihan beban, saat itulah kita membutuhkan permainan," tambahnya.

Orang tua, terutama ayah, cenderung mengandalkan humor untuk berhubungan dengan anak-anak mereka. Menurut sebuah pos oleh Wall Street Journal, lelucon kemungkinan besar membantu membangun hubungan yang lebih kuat antara orang tua dan anak-anak mereka.

Banyak orang telah mempelajari dan mendokumentasikan semua manfaat tertawa. Tertawa kecil tidak hanya dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar hormon stres, meningkatkan kesehatan jantung, dan meningkatkan kekebalan, tetapi bahkan ada penelitian yang menyebut olahraga perut sebagai salah satu manfaat tertawa.

Baca juga:

Trik Agar Anak Disiplin Saat Buang Air Besar

anak
Mendidik anak dengan cara menyenangkan. (Foto: Pexels/Gustavo Fring)

Karena disiplin dapat membuat stres bagi orang tua dan anak-anak, memecah ketegangan dengan cara yang berarti dan tepat akan menguntungkan semua orang. Menggunakan humor saat berinteraksi dengan anak-anak bukan berarti tidak disiplin. Itu hanya melakukannya secara berbeda.

Semakin orang tua coba mengendalikan anak-anaknya, semakin kurang efektif mereka berperan sebagai seorang orang tua. Bagian yang sulit adalah mencari tahu bagaimana menavigasi tantangan dengan kreativitas, dan kreativitas yang perlu dituju adalah humor. “Daripada bersikap konfrontatif, saya sekarang menggunakan humor," tutur seorang ayah dengan parenting humor, David Rosenthal.

Humor juga membantu orang tua mengatasi stres sehari-hari yang sering kali sejalan dengan pola asuh.
“Memiliki selera humor sangat penting untuk menjalani hidup yang utuh, karena menganggap segala sesuatu terlalu serius melelahkan. Bahkan dalam situasi yang menyedihkan, menemukan cara untuk tersenyum membuatnya lebih mudah," jelas Jacokes yang juga menggunakan pendekatan humor dengan anak-anaknya. (avia)

Baca Juga:

Kesalahan Orangtua yang Berdampak Besar Bagi Hidup Anak

#Anak #Anak-anak #Anak Kecil #Orangtua Baik #Pendidikan #Parenting
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Pelaksanaan SPMB telah berlangsung mulai 15 Juni hingga 9 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Pungli mencederai pelaksanaan SPMB yang seharusnya berjalan bebas dari biaya.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Indonesia
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
SPMB 2026/2027 disiapkan untuk memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Bagikan