Zulkifli Hasan Prediksi Khofifah Unggul Tipis Dalam Pilgub Jatim

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 08 Februari 2018
Zulkifli Hasan Prediksi Khofifah Unggul Tipis Dalam Pilgub Jatim

Pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan)-Emil Elestianto Dardak (kedua kanan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Umum DPP partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan optimis pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak meraih suara terbanyak meski menang tipis dalam pilkada gubernur/wakil gubernur Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Zulkifli usai beberapa hari terakhir melakukan safari dan konsolidasi di beberapa wilayah.

"Saya hari ini mulai dari Senin terus konsolidasi seluruh Jawa Timur dibagi 6 titik, beberapa kabupaten dikumpulkan satu titik, apel siaga pengurus wilayah, pengurus kab kota, dan pengurus desa," tuturnya di GOR Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (7/2).

Dari enam titik itu, lebih kurang kader 15 ribu orang hadir. Dalam rangka untuk bekerja keras, ikhtiar dan terus menyampaikan program gagasan konsep yang diusung oleh gubernur/wakil gubernur yang dicalonkan oleh PAN, yaitu Khofifah dan Emil Dardak.

Zul sapaan karibnya mengakui, persaingan di pilkada gubernur/wakil gubernur Jawa Timur sangat ketat. Namun, dia optimistis calon PAN akan unggul walaupun dengan angka tipis.

"Paling kurang karena persaingan dua kandidat gubernur sangat ketat, unggulnya 3 persen sampai 5 persen," kata Ketua MPR ini dilansir Antara.

Menurut dia, PAN sangat menentukan. PAN yang 10 persen lebih akan sangat menentukan. Oleh karena itu PAN punya tanggung jawab yang besar untuk memenangkan Khofifah-Emil di Jawa Timur.

"Kemudian di Bojonegoro, Bu Yoto sama Mas Kus. Sudah terbukti berhasil, maju, bahkan kota Bojonegoro setara dengan Paris dan Madrid, Spanyol, program-program beasiswa, orang mau sekolah dikasih beasiswa, rumah sakit bagi yang tidak mampu gratis luar biasa," ujarnya.

Karena itu, PAN melanjutkan agar keberhasilan lebih sempurnakan lagi. "Tidak ada pilihan harus menang Bu Yoto dan Kang Kus," imbuhnya.

Menanggapi keinginan kader agar maju pada pemilihan presiden mendatang, dia mengatakan, kalau ketua umumnya bisa jadi capres hal itu jadi kebanggaan bagi kader.

"Kita jalani, nanti bulan Mei karena AD/ART-nya mengatakan harus ada konvensi. Ini kita lagi bentuk suatu konvensi," katanya. (*)

#Zulkifli Hasan #PAN #Pilgub Jatim
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Zulhas Minta Tambah Anggaran Koperasi Desa Rp 60 Triliun dari APBN
Beredar informasi yang menyebut Zulkifli Hasan meminta dana tambahan untuk program Kopdes Merah Putih. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 24 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Zulhas Minta Tambah Anggaran Koperasi Desa Rp 60 Triliun dari APBN
Indonesia
Harga Minyakita Mahal Akibat Masalah Distribusi
Harga Minyakita di Pulau Jawa dan Sumatera, diklaim relatif telah sesuai harga eceran tertinggi (HET), sedangkan sejumlah wilayah timur Indonesia masih menghadapi disparitas harga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Harga Minyakita Mahal Akibat Masalah Distribusi
Indonesia
Kendalikan Harga Telur Ayam, Bulog Diperintahkan Gelontorkan Jagung Pakan ke Peternak
Langkah tersebut perlu segera dilakukan karena peternak telur menghadapi tekanan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Kendalikan Harga Telur Ayam, Bulog Diperintahkan Gelontorkan Jagung Pakan ke Peternak
Indonesia
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
PAN menolak usulan KPK soal pembentukan lembaga pengawas kaderisasi partai. Hal itu dinilai bisa melanggar konstitusi.
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Negara memberikan ruang kemandirian bagi partai politik untuk mengatur kehidupan organisasinya sendiri.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Indonesia
Pemerintah Tegaskan tak Ada Jalur 'Ordal' Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah menutup ruang bagi calon pelamar yang ingin masuk melalui koneksi pihak tertentu atau jalur tidak resmi lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Pemerintah Tegaskan tak Ada Jalur 'Ordal' Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia
Lowongan 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka 24 April, Statusnya PKWT 2 Tahun!
Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi 30 ribu posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
Lowongan 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka 24 April, Statusnya PKWT 2 Tahun!
Indonesia
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
PAN menegaskan tindakan yang dilakukan Fikri Thobari merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mencerminkan nilai serta prinsip partai.
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
Bagikan