Yuk, Tingkatkan Kecerdasan Intrapersonal

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 22 Januari 2024
Yuk, Tingkatkan Kecerdasan Intrapersonal

Ciri orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal juga dapat memotivasi dirinya sendiri. (Foto Unsplash Priscilla Du Preez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Psikolog Howard Gardner memperkenalkan delapan jenis kecerdasan, salah satunya kecerdasan intrapersonal. Orang dengan jenis kecerdasan ini juga pandai memotivasi diri dan berpikir positif, lebih mawas diri, serta mampu menilai kelebihan dan kekurangan dirinya dengan lebih baik.

Dilansir laman Alodokter, kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan dalam mengenali emosi, keinginan, dan perasaan diri sendiri dengan baik. Gardner berpendapat bahwa manusia tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi ada banyak jenis kecerdasan, termasuk kecerdasan intrapersonal.

Baca Juga:

5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Generasi Z di Era Digital

Ada beberapa ciri untuk mengenali kecerdasan intrapersonal. Pertama, kenal dengan diri sendiri. Mampu mengenal diri sendiri pada akhirnya bisa membantu menciptakan kehidupan yang benar-benar diinginkan, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Hasilnya, ia pun menjalani hidup yang terasa lebih bermakna dan memuaskan.

Kedua, pandai introspeksi dan refleksi diri. Orang dengan kecerdasan intrapersonal berarti senang melakukan introspeksi dan refleksi diri. Orang dengan kecerdasan ini biasanya akan selalu mempertimbangkan segala keputusan yang diambilnya dan mengevaluasi diri melalui self-talk. Boleh dibilang, ia mampu mengambil keputusan yang bijak dalam hidupnya.

Selain itu, ciri orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal juga dapat memotivasi dirinya sendiri. Ia paham bagaimana cara membangkitkan semangat dan motivasinya untuk melakukan suatu hal.

Baca Juga:

Pentingnya Self-Esteem untuk Kesehatan Mental

Ada beberapa cara untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonal. Coba berlatih self-talk atau bicara pada diri sendiri untuk mendorong refleksi diri. Contohnya dengan mempertanyakan kepada diri sendiri seperti "Apakah hal yang saat ini saya lakukan membuat saya bahagia?" atau "Apakah ada hal-hal yang ingin saya tingkatkan atau kembangkan pada diri saya?".

Kamu juga bisa membuat catatan mengenai mimpi atau pencapaian yang ingin diperoleh di masa depan. Luangkan waktu juga untuk merenungi sesuatu yang terjadi di masa lalu dan berkhayal mengenai sesuatu yang kamu harapkan akan terjadi.

Dengan mengetahui berbagai jenis kecerdasan, termasuk kecerdasan intrapersonal, kamu bisa menggali lebih dalam kemampuan potensial dari dalam diri sendiri dan bisa mengembangkannya lebih lanjut. (and)

Baca Juga:

3 Langkah Awal Self-Love biar tak Insecure

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan