Ini nih Arti CT Value dalam Tes PCR

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 15 Juli 2021
Ini nih Arti CT Value dalam Tes PCR

CT value membantu dokter untuk memprediksi kemungkinan jumlah COVID-19 di dalam tubuh. (Foto: Unsplash/Prasesh Shiwakoti (Lomash))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ISTILAH CT value atau cycle threshold value kian ramai diperbincangkan karena kerap dijadikan tolak ukur seseorang sudah sembuh dari COVID-19 atau belum. Sebagian orang mungkin masih belum paham dengan CT value PCR dan hanya percaya pada perkataan dokter. Lalu, apa sebenarnya CT value PCR?

Mengutip Alodokter, CT value adalah nilai yang muncul dalam proses pemeriksanaan Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang berfungsi membantu menentukan apakah seseorang positif atau negatif COVID-19. Selain itu, CT value juga membantu dokter untuk memprediksi kemungkinan jumlah COVID-19 di dalam tubuh, serta menentukan risiko pasien untuk mengalami komplikasi atau gejala berat COVID-19.

Seperti yang diketahui, tes PCR umumnya dianjurkan ketika pasien yang hasil swab antigennya positif atau memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Nilai CT value juga dapat menjadi indikator untuk menentukan kemungkinan seberapa banyak jumlah virus yang terdapat di dalam pasien.

Baca juga:

Lonjakan Terus Terjadi, Jumlah Tes PCR di Indonesia Rendah

Yuk, Pahami Arti CT Value dalam Tes PCR
CT value pada tes PCR tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk mendiagnosis COVID-19. (Foto: Unsplash/Walter Otto)


CT value ini juga mengacu pada berapa kali siklus amplifikasi atau pengulangan pemeriksaan pada sampel sampai komponen COVID-19 dapat dideteksi oleh mesin pemeriksaan PCR.

Secara umum, proses amplifikasi pada pemeriksaan PCR akan terjadi berulang-ulang hingga mencapai siklus 40 sampai 45,tergantung laboratorium. Pada laboratorium yang menentapkan CT value 40, artinya mereka melakukan pengulangan amplifikasi untuk mendeteksi DNA atau RNA COVID-19 hingga 40 kali dalam tes PCR yang dilakukan.

Jika dalam 40 kali pengulangan pemeriksa berhasil mendeteksi COVID-19, maka tes PCR dinyatakan positif.

Hasil pemeriksaan PCR sebenarnya sudah cukup menegakkan diagnosis seseorang dikatakan positif atau negatif terinfeksi virus SARS-CoV-2. Namun, CT value PCR berperan penting karena membantu dokter untuk memprediksi seberapa banyak jumlah virus yang terdapat dalam tubuh pasien.

Baca juga:

Bio Farma Bakal Produksi 3 Juta Alat Tes PCR Setiap Bulan

Yuk, Pahami Arti CT Value dalam Tes PCR
Tes PCR sudah cukup menegakkan apakah seseorang positif atau negatif COVID-19. (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)

Semakin rendah nilai CT value atau di bawah 25 sampai 28, kemungkinan besar menandakan jumlah virus Corona semakin banyak di dalam tubuh. Jika CT value-nya tinggi atau di atas 30 sampai 35, menandakan bahwa jumlah virus mungkin lebih sedikit.

Namun, hingga kini belum ada riset yang dapat memastikan efektivitas atau tingkat akurasi nilai CT value PCR sebagai penentu jumlah virus Corona di dalam tubuh.


Nilai pada CT value juga membantu dokter untuk menentukan langkah penanganan dan perawatan pasien COVID-19, misalnya menyarankan pasien untuk isolasi mandiri atau ke rumah sakit.

Meski demikian, CT value pada tes PCR tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk mendiagnosis COVID-19. Perlu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah atau foto rontgen dada. (and)

Baca juga:

Wisatawan yang Berlibur ke Bali Wajib Tes PCR

#Kesehatan #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan