Yang Harus Diperhatikan Dunia Pariwisata di Tahun 2022
Tren perjalanan yang berubah pasca pandemi. (Foto: Pixabay/JoshuaWoroniecki)
SETELAH sempat vakum karena pandemi, industri pariwisata mulai berangsur membaik. Ditambah dengan pemberian vaksinasi global membawa secercah harapan baru bagi semua negara untuk bisa kembali menghidupkan sektor ini.
Namun, tak dapat dimungkiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dunia perlu lebih adaptif dengan perubahan yang terjadi pasca-pandemi. Tujuannya agar industri ini bisa lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan. Oleh sebab itu, para ahli telah memprediksi beberapa tren dan nilai perjalanan yang akan mendominasi 2022 seperti dilansir dari laman Smart Travel.
Baca Juga:
Kebersihan jadi prioritas
Satu hal yang paling dibutuhkan oleh para pelancong di tahun 2022 adalah keamanan pada kebersihan. Pasalnya, pandemi membuat banyak orang lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Berdasarkan hasil riset dari komisi perjalanan Eropa, lebih dari setengah respondennya memilih untuk menginap di hotel atau resor pribadi dibandingkan rental jangka pendek. Alasannya, tempat penginapan terpercaya dirasa lebih memperhatikan protokol kesehatan yang baik. Oleh sebab itu, berbagai resor dan penginapan perlu menjaga kebersihan, menerapkan program kesehatan, dan kunjungan ramah lingkungan.
Perjalanan berbasis teknologi
Sejak pandemi, semua diharapkan serba digital. Memesan makanan dari rumah, melakukan pekerjaan dan sekolah dengan laptop. Bahkan melakukan transaksi tanpa uang tunai untuk menghindari kontak. Inilah yang juga terjadi dalam industri pariwisata mendatang. Mulai dari paspor vaksin digital hingga pemberitahuan perjalanan waktu secara langsung, teknologi akan memainkan peran penting. Lebih lanjut, kecanggihan ini akan memberikan kemudahan bagi perusahaan perjalanan untuk menjaga keamanan turis dan menyediakan akses cepat ke bantuan dan informasi. Misalnya saja check-in tanpa kontak, memesan makanan atau layanan dengan aplikasi, serta dukungan via pesan. Pengamat juga memprediksi penggunaan teknologi AR dan VR untuk menyediakan tur virtual dan berbagai atraksi lain.
Baca Juga:
Kebangkitan perjalanan bisnis
Dalam lingkup pekerjaan, pandemi telah mengubah cara orang bekerja. Kalau tadinya semua diwajibkan masuk ke kantor, kini berbagai pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Kelebihannya, banyak pegawai yang mulai bekerja sambil berwisata. Tujuannya untuk mengganti dan memberi suasana baru. Apalagi vaksinasi, pembukaan perbatasan, dan struktur anggaran yang dikerjakan membuka peluangnya menjadi semakin besar. Mungkin bukan lagi perjalanan korporat seperti sebelum pandemi, melainkan lebih pada pelatihan daring, webinar, konferensi virtual atau hibrida, dan perjalanan regional.
Ramah lingkungan
Kabarnya, tren perjalanan karbon rendah akan populer. Pasalnya, pelancong mulai sadar dengan berbagai isu lingkungan. Misalnya saja, kini Google Flights menyajikan perkiraan emisi karbon untuk sebagian besar penelurusan penerbangan. Harapannya dapat memberikan wawasan berkelanjutan pada wisatawan. Komunitas perjalanan juga akan semakin mengharapkan transparansi dari agen perjalanan mengenai inisiatif keberlanjutannya. Oleh sebab itu, badan perjalanan perlu melakukan berbagai inisiatif wisata ramah lingkungan untuk menjawab kekhawatiran pelancong. (sam)
Baca Juga:
Prediksi Tren Wisata dan Akomodasi di 2022, Domestik jadi Primadona
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku