MerahPutih.Com - Selama perang kemerdekaan di wilayah Garut, Jawa Barat terdapat seorang warga Korea Selatan yang ikut berjuang melawan Belanda. Namanya Yang Chil Seong.
Berdasarkan keterangan warga Garut kepada Antara, Yang Chil Seong kemudian menikahi wanita Garut yang mengubah namanya menjadi Komarudin. Komarudin memiliki kemahiran membuat bom dan ikut berperang melawan Belanda.
"Ya betul ada orang Korea yang pro kepada Indonesia dimakamkan di Makam Pahlawan Tenjolaya sini," kata Petugas Taman Makam Pahlawan pada Dinas Sosial Garut, Imam Sukiman saat ditemui di Makam Pahlawan Tenjolaya, Kabupaten Garut, Kamis (9/11).
Imam menuturkan Yang Chil Seong sempat mengganti namanya jadi Jepang yakni Tanagawa itu kemudian berdasarkan riset profesor asal Korea Selatan, Yang Chil Seong berganti jadi Komarudin.
"Komarudin asal Korea ini pernah ditelusuri benar tidaknya adalah orang Korea dan Jepang yang membelot melawan Jepang dan Belanda," katanya.
Komarudin merupakan tentara yang dibawa Jepang ke Indonesia untuk menjaga tahanan di Bandung, hingga akhirnya pergi ke Garut, kemudian bergabung dengan tentara pribumi untuk melawan bangsa penjajah.
Komarudin, kata dia, menikah dengan perempuan asal Garut, kemudian pindah keyakinan menjadi agama Islam hingga akhirnya hidup bersama dengan masyarakat Garut.
"Komarudin ini adalah mualaf, dia menikah dengan orang Garut," katanya.
Komarudin adalah ahli membuat bom, bahkan dirinya pernah meledakan jembatan di wilayah kota Garut untuk menghadang penjajah. Perjuangannya itu berakhir setelah tentara Belanda menangkapnya di Gunung Dora daerah perbatasan Kabupaten Garut dengan Tasikmalaya, kemudian membawanya ke Lapang Kerkof, Garut.
"Di Lapang Kerkof itu Komarudin bersama dua tentara Jepang yang sama-sama pejuang dieksekusi dengan cara ditembak," kata Imam Sukiman.
Sejarah pahlawan asal Korea tersebut sempat membuat kagum kalangan komunitas asal Garut yang menggelar aksi sosial membersihkan Makam Pahlawan Tenjolaya. Komunitas yang terlibat dalam aksi sosial itu sempat kaget ketika melihat batu nisan bertuliskan nama orang Korea Selatan dimakamkan di Makam Pahlawan.
Ketua pelaksana kegiatan tersebut, Yusep Kurniawan, menyatakan keberadaan makam pahlawan asal Korea itu telah menambah pengetahuan baru bagi warga Garut bahwa ada orang asing yang berani mati membela Indonesia.
"Ini menjadi kebanggaan buat kami, karena ada orang Korea begitu cintanya sama Indonesia, rela berjuang dan meninggal untuk Indonesia, tentunya ini jadi bahan pelajaran bagi kami," katanya.(*)