Merahputih.com - Pengamat politik, Ujang Komarudin yakin di Indonesia tidak ada tradisi kudeta militer. Jika melihat kondisi politik saat ini, kudeta militer di Indonesia tak akan terjadi.
"TNI masih loyal terhadap Presiden. Namun, segala kemungkinan harus tetap diantisipasi," kata Ujang.
Baca Juga:
Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint Ditahan Militer
Hal itu disampaikan menyikapi dinamika politik kudeta pemerintahan yang terjadi di Myanmar pada 1 Februari 2021.
Ia menyarankan, Presiden Joko Widodo perlu memilih sosok yang loyal dan dekat untuk posisi Panglima TNI.
Ujang juga mengajak semua pihak untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ia juga mengajak persoalan bangsa diselesaikan secara bergotong royong.
"Disiplin menjaga protokol kesehatan agar tak banyak lagi anak bangsa yang jadi korban COVID-19," ujarnya.
Kudeta di Myanmar terjadi setelah ketegangan meningkat antara pemerintah sipil Suu Kyi dan militer terkait dengan sengketa hasil pemilihan umum.
Baca Juga
Sejak 2011, Myanmar bergerak menuju pemerintahan demokratis setelah berada di bawah rezim militer. Aung San Suu Kyi menjadi tokoh demokrasi di negara itu.
Pada tahun 2015, Suu Kyi dan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) terpilih memimpin negara melalui pemungutan suara. (Knu)