Wisata Medis Indonesia, Miliki Potensi Besar

P Suryo RP Suryo R - Senin, 26 Juni 2023
Wisata Medis Indonesia, Miliki Potensi Besar

Saat ini pemerintah sangat mendukung pengembangan wisata medis di Indonesia. (Unsplash/Patty Brito)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SECARA bahasa, Wisata Medis atau wellness tourism merupakan suatu perjalanan karena alasan kesehatan yang lebih cenderung menyangkut tindakan medis pengobatan, operasi dan atau kebutuhan medis lainnya. Ini dilakukan terhadap seseorang yang mengidap suatu penyakit atau kelainan kondisi kesehatannya. Wisata medis di Indonesia sangat memiliki potensi yang besar.

Saat ini pemerintah sangat mendukung pengembangan wisata medis di Indonesia untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mendorong wisata medis dalam negeri yang saat ini dianggap masih belum maksimal.

Baca Juga:

Stunting Bukan Sekadar Akibat Anak Susah Makan

medis
Kelas menengah atas yang saat ini lebih memilih untuk berobat ke luar negeri. (Pexels/Anna Tarazevich)

Salah satu tujuan wisata medis sendiri adalah untuk mencegah masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah atas yang saat ini lebih memilih untuk berobat ke luar negeri, yang menyebabkan Indonesia kehilangan Rp170 triliun per/tahun.

Ketua Asosiasi Wisata Medis Indonesia (AWMI), Taufik, mengatakan bahwa potensi wisata medis Indonesia sangat luar biasa. Akan tetapi saat ini, Singapura, Malaysia, dan Thailand yang masih menguasai wisata medis Asia Tenggara dengan omset Rp150 triliun per tahun.

Oleh karena alasan itulah DoctorTool turut berkontribusi mendukung Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) untuk meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan dan turut mengembangkan wisata medis di Indonesia. Akhirnya, dalam Kongres Nasional Asosiasi Klinik Indonesia 2 ini DoctorTool sebagai sponsor utama juga mengambil kesempatan untuk mempresentasikan produknya.

Baca Juga:

Wicaraku, Jasa Terapi Bicara Anak

medis
Tujuan wisata medis adalah untuk mencegah masyarakat Indonesia yang saat ini lebih memilih untuk berobat ke luar negeri. (DoctorTool)

Tujuannya agar lebih dikenal oleh Ketua Asklin dari berbagai wilayah lain di Indonesia. Selain itu, event ini memiliki beberapa agenda inti, seperti Diskusi Panel Pendukung Tema, Pembahasan Permasalahan Organisasi dalam Sidang-Sidang Organisasi, Pertemuan Ilmiah dalam Rangka Usaha Klinik Berkelanjutan, dan Kegiatan Wisata Medis di Takengon, Aceh Tengah.

CEO DoctorTool Rainaldo dalam rilis berita menyatakan bahwa DoctorTool merasa sangat bangga dapat menjadi sponsor utama dalam Kongres Nasional Asosiasi Klinik Indonesia 2 dalam mendukung Wisata Medis Indonesia. "Event ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan produk-produk kami lebih luas lagi kepada semua masyarakat, sehingga DoctorTool dapat benar-benar menjadi sebuah solusi digital bagi klinik-klinik di seluruh Indonesia dalam meningkatkan pelayanan di era serba digital ini,” jelasnya.

DoctorTool adalah Sistem Manajemen dan Informasi Fasilitas Kesehatan yang telah melayani lebih dari 400 fasilitas pelayanan kesehatan di 29 provinsi di Indonesia. DoctorTool telah membantu pemilik fasilitas kesehatan untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan mereka dengan lebih baik dan efektif. (dgs)

Baca Juga:

Yang Terjadi pada Tubuh setelah Melahirkan

#Wisata #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - 1 jam, 46 menit lalu
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan