WHO Segera Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 05 Juli 2020
WHO Segera Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19

Sebentar Lagi WHO Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus segera mendapatkan hasil uji klinis obat-obatan yang mungkin efektif mengobati pasien COVID-19. Demikian kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Hampir 5.500 pasien di 39 negara sejauh ini telah dilibatkan dalam uji coba solidaritas," katanya saat konferensi pers, merujuk pada riset klinis PBB yang sedang dilakukan.

Baca Juga:

Operasi Militer COVID-19 Penyelamatan Suku Yanomami

"Kami mengharapkan hasil sementara dalam dua pekan ke depan," katanya dikutip Antara.

Uji coba solidaritas dimulai dalam lima tahap dengan melihat pendekatan pengobatan potensial COVID-19 dari pengobatan standar, remdesivir, obat anti-malaria yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump, hydroxychloroquine, obat HIV lopinavir/ritonavir, dan lopanivir/ritonavir yang dikombinasikan dengan interferon.

Awal bulan ini, WHO menghentikan uji coba hydroxychloroquine pada pasien COVID-19 setelah penelitian menunjukkan tidak adanya manfaat dari obat tersebut. Namun, masih banyak tes diperlukan untuk melihat apakah obat itu cukup efektif sebagai obat pencegahan.

Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019). ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pr
Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019). ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pr

Kepala program kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, tidak bijaksana untuk memprediksi kapan sebuah vaksin bisa siap melawan COVID-19 yang telah menelah lebih dari setengah juta orang tersebut.

"Calon vaksin mungkin dapat diketahui manjur pada akhir tahun. Pertanyaannya adalah, seberapa cepat vaksin itu dapat diproduksi secara massal," katanya kepada asosiasi jurnalis PBB ACANU di Jenewa.

Tidak ada vaksin yang terbukti melawan penyakit COVID-19 untuk saat ini. Sebanyak 18 calon vaksin sedang diujikan pada manusia.

Baca Juga:

Perkembangan Terkini Penyebaran COVID-19 di Tiongkok

Pejabat WHO tetap berpijak ilmu pengetahuan ketika virus itu berkembang.

"Saya menyesal bahwa tidak ada akses yang merata untuk mendapatkan alat COVID-19. Saya menyesal bahwa sejumlah negara memiliki lebih banyak dari yang lain, dan saya menyesal bahwa petugas lini terdepan meninggal karena (itu)," katanya.

Ia mendesak negara-negara agar terus mengidentifikasi klaster baru COVID-19, melacak orang yang terinfeksi, dan mengisolasi mereka untuk membantu memutus rantai penularan. (*)

Baca Juga:

Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya

#WHO #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Indonesia
Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Lifestyle
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
WHO secara resmi mengategorikan hantavirus sebagai virus berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius dan berisiko fatal pada manusia.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
Bagikan