WHO Akhiri Kedaruratan COVID-19, Ini Langkah Indonesia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 06 Mei 2023
WHO Akhiri Kedaruratan COVID-19, Ini Langkah Indonesia

Warga pakai masker. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 yang dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari 2020, akhirnya dinyatakan berakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (5/5) mengumumkan COVID-19 bukan lagi darurat kesehatan global. Keputusan tersebut diumumkan Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus.

Baca Juga:

DPR Desak Pemerintah Jelaskan Status Kedaruratan COVID-19

Pencabutan kedaruratan ini, berdasarkan rekomendasi Komite Kedaruratan WHO yang telah bertemu untuk ke-15 kalinya untuk menilai status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

"Saya telah menerima saran itu. Oleh karena itu, dengan harapan besar saya menyatakan COVID-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global,” kata Ghebreyesus.

Namun, pengumuman tersebut tidak berarti COVID-19 tidak lagi menjadi ancaman kesehatan global. Pekan lalu virus tersebut masih merenggut nyawa setiap tiga menit.

"Virus ini akan tetap ada, masih membunuh, dan masih berubah. Risiko munculnya varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus dan kematian baru tetap ada," ujar Tedros memperingatkan.

Tedros mendesak negara-negara agar tidak menggunakan pengumuman tersebut sebagai alasan untuk lengah, membubarkan sistem kesehatan yang telah dibangun, atau untuk menyampaikan kepada orang-orang bahwa COVID-19 tidak perlu dikhawatirkan.

Ia menjelaskan, deklarasi itu berarti sudah waktunya bagi negara-negara untuk beralih dari mode darurat ke penanganan COVID-19 seperti penyakit menular lainnya.

Dengan menekankan bahwa itu bukanlah keputusan sekejap, Tedros mengatakan tidak ragu untuk mengadakan pertemuan Komite Kedaruratan jika COVID-19 kembali lagi membahayakan dunia.

Sejak pandemi dimulai pada Desember 2019, infeksi COVID-19 telah menyebabkan hampir 7 juta kematian, menurut WHO. WHO juga mencatat 765,3 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

Kementerian Kesehatan RI menyiapkan pedoman tata kelola COVID-19 jangka panjang dalam rangka menyikapi fase kedaruratan kesehatan global yang kini telah berakhir.

"Kami sedang menyiapkan tata kelola COVID-19 ke depan sesuai dengan strategi kesiapsiagaan dan respons COVID-19 2023--2025 yang telah disiapkan oleh WHO sebagai pedoman negara-negara dalam melakukan transisi ke manajemen COVID-19 jangka panjang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.

Baca Juga:

Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Penambahan Kasus COVID-19

#WHO #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Dunia
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
WHO umumkan wabah Ebola di RD Kongo kini wabah terbesar kedua sepanjang sejarah dengan 4.449 kasus terkonfirmasi dan 2.061 kematian.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Bagikan