MERAHPUTIH.COM — ORGANISASI Kesehatan PBB (WHO) mengatakan wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius bukanlah awal dari sebuah pandemi. WHO bergerak melacak kontak para penumpang.
Epidemiolog penyakit menular dari WHO Maria van Kerkhove mengatakan dalam konferensi pers bahwa situasinya tidak sama seperti pandemi COVID-19 enam tahun lalu. Ia menyebut hantavirus menyebar melalui kontak dekat dan intim. Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Pada Kamis (7/5), WHO mengatakan, secara keseluruhan, lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah terkonfirmasi. Tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang dipastikan terinfeksi virus tersebut. Suaminya yang juga warga Belanda serta seorang perempuan Jerman juga meninggal dunia. Kasus mereka masih diselidiki.
Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat. Namun, dalam wabah terbaru ini, WHO menyebut penularan antarmanusia untuk pertama kalinya telah terdokumentasi. Kapal pesiar mewah yang dioperasikan Oceanwide Expeditions itu memulai perjalanan pada 1 April dari Ushuaia dan dijadwalkan tiba di Canary Islands pada 10 Mei. Sekitar 150 penumpang dan awak dari 28 negara dilaporkan awalnya berada di kapal tersebut, tapi puluhan orang turun di Pulau Saint Helena pada 24 April.
Baca juga:
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
Dalam konferensi pers Kamis itu, Van Kerkhove menegaskan ini bukan wabah COVID-19, ini bukan influenza. “Penyebarannya sangat, sangat berbeda,” tegasnya.
Ia mengatakan pihak berwenang telah meminta semua orang memakai masker di atas MV Hondius. Mereka yang melakukan kontak atau merawat kasus dugaan infeksi, tambahnya, harus menggunakan alat pelindung diri tingkat tinggi.
Dalam konferensi pers yang sama, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasinya “menilai risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan rendah.”
Ia menjelaskan bahwa dua orang pertama yang dipastikan terinfeksi “sempat bepergian melalui Argentina, Chile, dan Uruguay dalam perjalanan mengamati burung yang mencakup lokasi tempat spesies tikus pembawa virus ditemukan.”
Tedros mengatakan WHO mengetahui adanya laporan orang lain yang mengalami gejala dan mungkin pernah kontak dengan penumpang kapal. Ia menambahkan bahwa para pejabat terus berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Mengingat masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai enam minggu, kemungkinan masih akan muncul lebih banyak kasus, katanya.
Pada Kamis, Oceanwide Expeditions mengatakan 29 penumpang dari sedikitnya 12 kewarganegaraan telah meninggalkan MV Hondius di Saint Helena. Perusahaan juga menyebut jenazah satu korban meninggal, yang kini diketahui sebagai pria Belanda, turut diturunkan dari kapal. Oceanwide Expeditions mengatakan kasus hantavirus pertama baru dikonfirmasi pada 4 Mei dan seluruh tamu yang turun dari kapal telah dihubungi.
Operator kapal menyatakan pihaknya tetap berdiskusi secara dekat dan berkelanjutan dengan otoritas terkait mengenai titik kedatangan, karantina, dan prosedur pemeriksaan bagi seluruh penumpang.(dwi)
Baca juga:
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya