Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi

Apakah Hantavirus termasuk mematikan?. (Foto: unsplash/national)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — ORGANISASI Kesehatan PBB (WHO) mengatakan wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius bukanlah awal dari sebuah pandemi. WHO bergerak melacak kontak para penumpang.

Epidemiolog penyakit menular dari WHO Maria van Kerkhove mengatakan dalam konferensi pers bahwa situasinya tidak sama seperti pandemi COVID-19 enam tahun lalu. Ia menyebut hantavirus menyebar melalui kontak dekat dan intim. Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.

Pada Kamis (7/5), WHO mengatakan, secara keseluruhan, lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah terkonfirmasi. Tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang dipastikan terinfeksi virus tersebut. Suaminya yang juga warga Belanda serta seorang perempuan Jerman juga meninggal dunia. Kasus mereka masih diselidiki.

Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat. Namun, dalam wabah terbaru ini, WHO menyebut penularan antarmanusia untuk pertama kalinya telah terdokumentasi. Kapal pesiar mewah yang dioperasikan Oceanwide Expeditions itu memulai perjalanan pada 1 April dari Ushuaia dan dijadwalkan tiba di Canary Islands pada 10 Mei. Sekitar 150 penumpang dan awak dari 28 negara dilaporkan awalnya berada di kapal tersebut, tapi puluhan orang turun di Pulau Saint Helena pada 24 April.

Baca juga:

Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya



Dalam konferensi pers Kamis itu, Van Kerkhove menegaskan ini bukan wabah COVID-19, ini bukan influenza. “Penyebarannya sangat, sangat berbeda,” tegasnya.

Ia mengatakan pihak berwenang telah meminta semua orang memakai masker di atas MV Hondius. Mereka yang melakukan kontak atau merawat kasus dugaan infeksi, tambahnya, harus menggunakan alat pelindung diri tingkat tinggi.

Dalam konferensi pers yang sama, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasinya “menilai risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan rendah.”

Ia menjelaskan bahwa dua orang pertama yang dipastikan terinfeksi “sempat bepergian melalui Argentina, Chile, dan Uruguay dalam perjalanan mengamati burung yang mencakup lokasi tempat spesies tikus pembawa virus ditemukan.”

Tedros mengatakan WHO mengetahui adanya laporan orang lain yang mengalami gejala dan mungkin pernah kontak dengan penumpang kapal. Ia menambahkan bahwa para pejabat terus berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Mengingat masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai enam minggu, kemungkinan masih akan muncul lebih banyak kasus, katanya.

Pada Kamis, Oceanwide Expeditions mengatakan 29 penumpang dari sedikitnya 12 kewarganegaraan telah meninggalkan MV Hondius di Saint Helena. Perusahaan juga menyebut jenazah satu korban meninggal, yang kini diketahui sebagai pria Belanda, turut diturunkan dari kapal. Oceanwide Expeditions mengatakan kasus hantavirus pertama baru dikonfirmasi pada 4 Mei dan seluruh tamu yang turun dari kapal telah dihubungi.

Operator kapal menyatakan pihaknya tetap berdiskusi secara dekat dan berkelanjutan dengan otoritas terkait mengenai titik kedatangan, karantina, dan prosedur pemeriksaan bagi seluruh penumpang.(dwi)

Baca juga:

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya

#Hantavirus #WHO #Pandemi
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Indonesia
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Meskipun Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur seperti jalan tol dan gedung pencakar langit, risiko ancaman virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) ini justru semakin tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Dunia
Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Pasangan asal Belanda yang diidentifikasi WHO sebagai penumpang pertama kapal pesiar terinfeksi hantavirus diketahui menghabiskan beberapa bulan di Argentina.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Bagikan