Kesehatan

Whey Protein dan Manfaatnya untuk Perkembangan Otot

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 03 Februari 2023
Whey Protein dan Manfaatnya untuk Perkembangan Otot

Whey protein hadir dalam berbagai rasa. (Foto: Unsplash/engin akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK gym pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah whey protein. Jenis protein yang banyak digunakan untuk menambah massa otot. Selain membentuk jaringan otot, whey protein juga memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan.

Mengutip laman Alodokter, whey protein adalah protein yang terdapat di dalam whey, yaitu sisa susu yang dihasilkan dalam produksi keju. Suplemen whey protein bisa dikonsumsi dengan cara ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, misalnya jus dan milkshake.

Baca juga:

Berapa Kebutuhan Protein untuk Membentuk Otot?

Whey Protein dan Manfaatnya untuk Perkembangan Otot
Whey protein dapat dipadukan dengan makanan lain. (Foto: Unsplash/Nature Zen)

Berikut beberapa manfaat whey protein bagi kesehatan:

1. Meningkatkan Massa dan Kekuatan Otot

Protein atau asam amino merupakan bahan dasar untuk menyusun sel dan jaringan tubuh, misalnya jaringan tendon, kulit, dan organ. Selain mengonsumsi whey protein, kamu juga tetap perlu mengonsumsi makanan kaya protein, seperti telur, ikan, daging, tahu dan tempe untuk mencukupi kebutuhan protein sehari-hari.

2. Menambah Berat Badan

Whey protein merupakan jenis nutrisi yang juga dapat mendukung peningkatan berat badan melalui pembentukan massa otot. Beberapa faktor dan kondisi, seperti penuaan, kurang gizi, atau sakit berat, dapat menyebabkan jaringan otot menyusut. Oleh karena itu, whey protein bisa dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin menambah berat badan.

Selain itu, seseorang yang memiliki penyakit kronis seperti HIV/AIDS dan sulit menambah berat badan, juga dapat mengonsumsi whey protein untuk meningkatkan berat badan. Namun, hal ini perlu diimbangi dengan olahraga secara rutin, terutama latihan angkat beban.

Baca juga:

7 Jenis Ikan Paling Bernutrisi dan Tinggi Protein

Whey Protein dan Manfaatnya untuk Perkembangan Otot
Jangan lupa untuk olahraga angkat beban. (Foto: Unsplash/LyfeFuel)


3. Mempercepat Penyembuhan Luka

Setiap harinya, tubuh memerlukan protein guna membangun, memelihara, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Ketika seseorang mengalami luka atau infeksi, tubuh memerlukan cukup kalori dan nutrisi, khususnya protein, untuk membantu penyembuhan luka.

4. Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Protein, termasuk yang bersumber dari whey, akan diolah menjadi asam amino di dalam tubuh. Zat ini berperan penting dalam pembentukan daya tahan tubuh yang kuat. Dengan demikian, tubuh akan mampu melawan serangan kuman dan virus penyebab penyakit.

5. Mengurangi kolesterol dan tekanan darah

Berbagai riset menunjukkan bahwa konsumsi whey protein secara rutin dapat mengurangi kolesterol dan trigliserida, serta tekanan darah. Manfaat whey protein ini baik untuk menjaga kesehatan organ-organ penting tubuh, seperti otak dan jantung.

Meski demikian, efektivitas dan manfaat whey protein tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. (and)

Baca juga:

Harga Telur Naik, Saatnya Konsisten Konsumsi Protein Nabati

#Protein #Gym #Kesehatan #Makanan Sehat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan