Kesehatan

Waspadai Gangguan Kesehatan ini Bila Kamu Gampang Ngantuk

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 20 Februari 2020
Waspadai Gangguan Kesehatan ini Bila Kamu Gampang Ngantuk

Hati-hati kalau badan terus terasa lemas dan mengantuk. (Foto: Unsplash/Bruno Aguirre)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU orang yang mudah ngantuk? Menguap terus dan merasa lelah sepanjang hari? Merasa kurang tidur? Faktanya, tidak seringan itu loh guys! Bisa jadi tubuh tengah mengirimkan sinyal adanya gangguan kesehatan di dalam tubuh.

Kira-kira gangguan kesehatan apa ya yang sedang mengacaukan tubuh kamu? Cek yuk!

Baca Juga:

Biar Sehat, Baca Buku Yuk Sebelum Tidur!

1. Anemia

sehat
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan lelah dan kantuk. (Foto: Unsplash/Christian Erfurt)


kekurangan zat besi bisa menjadi salah satu faktor mengapa kamu selalu merasa lelah dan mengantuk. Hal ini menyebabkan sel darah merah berkurang atau berada di bawah batas normal. Gejala ini disebabkan oleh jantung yang bekerja lebih keras karena harus memindahkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.


2. Obesitas

sehat
Kelebihan berat badan membuat otot bekerja keras. (Foto: Unsplash/i yunmai)


Obesitas adalah kondisi seseorang memiliki kelebihan berat badan yang berakhir dengan meningkatkan risiko kelelahan. Hal itu bisa disebabkan membawa beban lebih banyak sehingga sendi dan otot harus bekerja ekstra. Rasa kantuk juga akan semakin parah ketika mengonsumsi gula.

Baca Juga:

Segudang Manfaat yang Bisa Kamu Dapatkan dari Mengonsumsi Bawang Putih

3. Diabetes

sehat
Jagalah kadar gula dalam tubuh. (Foto: Unsplash/Kate)

Selain sering buang air kecil, pemulihan luka yang lama, dan pandangan kabur, hal lain yang bisa mengidentifikasi diabetes adalah rasa ngantuk dan lelah berlebih karena kurangnya hormon insulin atau mengalami resistensi insulin. Hal lain yang bisa membuat seorang yang terkena diabetes semakin merasa lelah apabila ia mengalami kegemukan atau obesitas.


4. Depresi

sehat
Carilah tenaga profesional untuk kesembuhan sakit mental. (Foto: Unsplash/Warren Wong)

Masalah mental juga bisa mempengaruhi keseharian kita. Mulai dari jam tidur yang berantakan atau jam makan yang tidak teratur. Bila merasa depresi akan ada baiknya segera konsultasi pada profesional medis agar tidak semakin memperparah kondisi kesehatan.(lio)


Baca Juga:

Cegah GERD dengan 5 Cara Ini

#Tekanan Darah #Kesehatan #Tubuh Ideal #Tubuh Lemas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan