Waspadai! Duduk Terlalu Lama dan Olahraga Berat Picu Nyeri Pinggang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 30 April 2025
Waspadai! Duduk Terlalu Lama dan Olahraga Berat Picu Nyeri Pinggang

Dokter spesialis saraf, Hadet Prisdhiany (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Dokter spesialis saraf, Hadet Prisdhiany, menjelaskan bahwa nyeri pinggang dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk durasi duduk yang terlalu lama dan aktivitas olahraga berat.

Lulusan Universitas Indonesia ini mengungkapkan bahwa kebiasaan duduk berjam-jam dapat mengakibatkan kekakuan pada area tulang belakang dan memberikan tekanan pada otot-otot di sekitarnya.

Lebih lanjut, dr. Hadet menyatakan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi, seperti gerakan melompat berulang dan pengangkatan beban berat, juga berpotensi menyebabkan timbulnya nyeri pinggang.

Baca juga:

Sempat Gempar, Kerangka Manusia di Belakang Kantor DPRD Solok Berhasil Dikenali dari Ikat Pinggang

"Sebenarnya, penyebab masalah pada jaringan pinggang itu beragam. Jika kita melakukan aktivitas yang berlebihan, misalnya mengangkat beban yang sangat berat, dari sudut pandang medis, kita bisa melihat adanya masalah pada struktur tulang belakang," ujar Hadet sperti dikutip Antara.

Selain itu, dr. Hadet juga menyebutkan penyebab lain nyeri pinggang seperti peradangan sendi, kekurangan kalsium dan vitamin D, osteoporosis, serta kelainan tulang belakang seperti skoliosis.

Dia mengimbau masyarakat lanjut usia untuk lebih berhati-hati terhadap kondisi-kondisi yang dapat memicu nyeri pinggang, yang mungkin disebabkan oleh iritasi atau tekanan pada saraf di area pinggang bagian belakang.

Baca juga:

Rekam Mahasiswi Mandi di Kos, Calon Dokter Spesialis UI Berdalih Khilaf

Dokter Hadet menambahkan bahwa diagnosis dan penanganan nyeri pinggang umumnya dapat ditentukan oleh dokter setelah observasi lebih lanjut selama dua hingga tiga minggu.

"Apakah kondisinya membaik dengan peregangan dan sejenisnya, membaik dengan aktivitas berjalan biasa, atau dengan pengobatan standar," pungkasnya.

#Resep Dokter #Dokter Kecantikan Gadungan #Penyakit
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Indonesia
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Kenali cara menangani paparan hantavirus sejak dini, mulai dari membersihkan area terkontaminasi hingga mengenali gejala awal yang mirip flu biasa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Dunia
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
WHO melaporkan kasus hantavirus di kapal MV Hondius. 3 penumpang tewas, satu pasien dirawat intensif. Simak penjelasan pakar soal penularan dan bahayanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan