Waspada Politik Adu Domba Berbungkus SARA di Balik Aksi Solidaritas Rohingya
Pengamat intelijen Marsda Purn Prayitno Ramelan (kiri) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto Facebook)
MerahPutih.com - Kelompok-kelompok yang ingin menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus menghembuskan isu-isu negatif, terutama SARA, demi untuk mengadu domba anak bangsa. Hal ini wajib diwaspadai karena kelompok tersebut menggunakan berbagai cara untuk melancarkan aksinya.
“Tak hanya peristiwa di dalam negeri seperti Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, sekarang pun kasus kekerasan etnis minoritas Muslim Rohingya di Myanmar juga ‘digoreng’ dengan membenturkan agama Islam dan Budha. Upaya-upaya ini harus diwaspadai karena isu SARA itu sangat rentan di masyarakat kita,” ujar pengamat intelijen Marsda Purn Prayitno Ramelan di Jakarta, Rabu (13/9).
Sosok yang akrab disapa Pray ini mengatakan peristiwa di yang terjadi Myanmar sebenarnya bukan konflik agama, tapi konflik kemanusiaan yang dilandasi politik dan ekonomi, juga karena sistem demokrasi yang belum berjalan. Karena itu, sangat tidak relevan bila kasus itu justru digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk mengganggu stabilitas keamanan di dalam negeri.
Ia menguraikan, apa yang terjadi di Indonesia merupakan imbas dari peristiwa 411, 211, dan Pilkada DKI Jakarta, di mana kelompok islam dianggap menang sehingga mereka terus butuh momentum.
“Kebetulan kasus Rohingya itu ada benturan antara agama Islam dan Budha, sehingga faktanya isu kemanusiaan tapi digeser menjadi isu agama. Tujuannya untuk solidaritas menggerakkan massa. Apalagi ini solidaritas Islam, pasti ribuan orang yang turun seperti kasus Al Maidah,” tukas Pray.
Berdasarkan fakta itu, Pray mengajak seluruh anak bangsa untuk berpikir jernih mencermati kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Apalagi pemerintah Indonesia sudah melakukan langkah terbaik untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk kembali memperkuat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga NKRI. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya