Wartawan Sampang Kecam Pelecehan Profesi Jurnalis

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 02 Maret 2017
Wartawan Sampang Kecam Pelecehan Profesi Jurnalis

Aksi wartawan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kalangan jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (3/2), berunjuk rasa ke kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, mengecam tindakan pelecehan profesi yang dilakukan oleh pimpinan institusi itu.

Aksi dari kalangan wartawan yang mengatasnamakan Gerakan Jurnalis Anti Kekerasan itu sebagai bentuk protes atas pernyataan Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi kepada salah seorang jurnalis Sampang, yang menyebutkan wartawan hanya memperkeruh suasana dan menjelek-jelekkan program pemerintah.

"Bagi kami ini adalah bentuk pelecehan, karena kami bekerja dilindungi oleh undang-undang," kata juru bicara wartawan yang ikut dalam aksi itu, Setia Budi.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2017, sekitar pukul 13.00 WIB, kontributor Trans7 Kamaluddin mendatangi kantor Dinas Kesehatan Sampang untuk mengkonfirmasi sebaran penyakit leptospirosis yang kini menyerang warga Sampang.

Namun, sesampainya di kantor itu, Kepala Dinkes Firman Pria Abadi meminta agar persoalan penyakit leptospirosis tidak diekspos di televisi.

Dengan nada tinggi, Firman bahkan meminta para stafnya untuk tidak melayani wartawan televisi, karena pemberitaannya sering dipelintir dan tidak sesuai dengan fakta.

"Wartawan selalu memberitakan yang jelek-jelek terus, dan selalu memplentir pemberitaan," kata Kamaludin menirukan kepala Dinkes Firman Pria Abadi.

Atas kejadian itu, maka kalangan wartawan dari berbagai media berunjuk rasa dengan membawa berbagai jenis poster dan spanduk yang berisi kecamatan atas dugaan pelecehan profesi wartawan yang dilakukan oleh Kepala Dinkes Firman Pria Abadi itu.

Mereka menuntut Firman Pria Abadi meminta maaf, mencabut kata-kata yang merendahkan profesi jurnalis.

Kuli tinta ini juga meminta agar Firman hendaknya memahami memahami ketentuan perundang-undang yang menjadi payung hukum wartawan, yakni Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Ke depan, mereka juga berharap adanya transparansi kegiatan Dinas Kesehatan, untuk kepentingan informasi media.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melaporkan ke ranah hukum. Termasuk memboikot pemberitaan berkaitan dengan program, baik pelayanan maupun mengungkap temuan yang sengaja disembunyikan kepada publik," kata korlap aksi wartawan dari Net TV itu Didik Setia Budi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sampang Firman Pria Abadi saat menemui pengunjuk rasa langsung meminta maaf dan pernyataan yang disampaikan kepada jurnalis Tran7 itu tidak terkendali.

Kepala Dinkes juga bersedia menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatan yang melecehkan profesi wartawan.

"Saya meminta maaf atas kejadian kemarin dan tidak ada maksud merendahkan profesi wartawan, dengan kejadian ini menjadi nilai koreksi untuk ke depan," kata Firman.

Ia juga berharap komunikasi yang baik, antara wartawan dengan Dinkes Sampang bisa tetap terjalin dan menjadi lebih baik.

Sumber: ANTARA

#Kekerasan Jurnalis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Dewan Pers bergerak cepat menghubungi pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV guna memastikan kondisi terkini para jurnalis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 19 Mei 2026
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Indonesia
Pelaku Pembobolan Mobil Ketua Iwakum di Menteng tak Terekam CCTV, Polisi Lakukan Olah TKP
Pelaku pembobolan mobil Ketua Iwakum tak terekam CCTV. Polisi pun masih menyelidiki kasus tersebut di TKP.
Soffi Amira - Selasa, 04 November 2025
Pelaku Pembobolan Mobil Ketua Iwakum di Menteng tak Terekam CCTV, Polisi Lakukan Olah TKP
Indonesia
Mobil Ketua Iwakum Dibobol saat Parkir di Menteng, ID Pers hingga Uang Tunai Raib
Mobil Ketua Iwakum sekaligus wartawan Kompas.com, dibobol saat parkir di Menteng, Jakarta Pusat.
Soffi Amira - Selasa, 04 November 2025
Mobil Ketua Iwakum Dibobol saat Parkir di Menteng, ID Pers hingga Uang Tunai Raib
Indonesia
Iwakum Tegaskan Uji Materi UU Pers untuk Perkuat Perlindungan Wartawan
Permohonan Iwakum tidak membatasi perlindungan wartawan seperti disebutkan oleh AJI
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Iwakum Tegaskan Uji Materi UU Pers untuk Perkuat Perlindungan Wartawan
Indonesia
Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!
Sekitar 5 hingga 7 orang yang diduga polisi berpakaian sipil langsung mengerubungi Rizki
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Agustus 2025
Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!
Indonesia
Kerja Pers Dibayangi Ancaman, Iwakum Kecam Pemukulan Jurnalis di DPR
Insiden pemukulan ini tidak hanya mencederai seorang jurnalis, tetapi juga melukai hak publik atas informasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Agustus 2025
Kerja Pers Dibayangi Ancaman, Iwakum Kecam Pemukulan Jurnalis di DPR
Indonesia
Pasal 8 UU Pers Dianggap Biang Kerok Kriminalisasi Wartawan! Iwakum Ajukan Judicial Review Tepat di HUT ke-80 RI
Ketidakjelasan ini membuka celah kriminalisasi dan gugatan perdata terhadap wartawan atas karya jurnalistiknya
Angga Yudha Pratama - Minggu, 17 Agustus 2025
Pasal 8 UU Pers Dianggap Biang Kerok Kriminalisasi Wartawan! Iwakum Ajukan Judicial Review Tepat di HUT ke-80 RI
Indonesia
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Pemerintah harus mempunyai perhatian serius terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi kepada wartawan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Mei 2025
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Indonesia
Anggota Pengaman Kapolri Minta Maaf Setelah Pukul dan Ancam Jurnalis
Sementara Makna Zaesar sudah menerima permintaan maaf tersebut. Meski demikian, ia mengharapkan tetap ada tindak lanjut secara institusi kepolisian atas insiden tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 April 2025
Anggota Pengaman Kapolri Minta Maaf Setelah Pukul dan Ancam Jurnalis
Indonesia
Buntut Penggeledahan Jurnalis Kompas.com saat Liputan, Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Anak Buah
Iwakum desak Kapolri evaluasi anak buahnya, terkait penggeledahan jurnalis Kompas.com.
Soffi Amira - Jumat, 28 Maret 2025
 Buntut Penggeledahan Jurnalis Kompas.com saat Liputan, Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Anak Buah
Bagikan