MerahPutih Megapolitan - Warga Kampung Pulo ancam siap melawan secara fisik, jika Pemda datang ingin menggusur warga.
"Kita siap melawan secara fisik, jika satpol PP datang menggusur, bahkan siap mati," kata ketua Tim Pembela, Bahruddin, kepada merahputih.com, Jumat (14/8).
Dia menegaskan tidak akan pindah dari kampung halamannya jika pemerintah tidak menunaikan hak warga.
"Kita hanya minta Pemda menjalankan peraturan yang telah ditetapkan, dalam peraturan Pemda harus mengganti rugi, bukan relokasi," ujarnya.
Oleh sebab itu, warga tidak merasa bersalah melawan pemerintah yang zolim. "Kita sudah tinggal disini berpuluh-puluh tahun, ini tanah turun temurun, yang belum pernah dibebaskan pemerintah," tegasnya.
Selain itu, lanjutnya warga juga sudah mempersiapkan tim kuasa hukum, jika perlawanan harus dihadapi di meja hukum.
Sebelumnya beredar surat peringatan kepada warga agar segera meninggalkan bantaran kali Ciliwung, lantaran ada proyek normalisasi.
Namun, warga enggan meninggalkan lokasi, sebab Pemda belum menunaikan ganti rugi. Penggusuran yang direncanakan tertanggal 22 Agustus siap diladeni warga.(fdi)
Baca Juga:
Biar Digusur, Warga Kampung Pulo Tetap Akan Rayakan HUT RI
Warga Kampung Pulo Sebut Gubernur Ahok Preman
Sambut 70 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Kampung Pulo Gelar Karnaval Protes
Kado HUT RI, Warga Kampung Pulo Bakal Digusur
Ramai-ramai Cari Ikan di Sungai Cisadane