Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 19 Februari 2021
Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan

Banjir di Kampung Melayu (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat perkotaan Azas Tigor Nainggolan menilai Pemprov DKI Jakarta belum mempersiapkan sistem peringatan dini (early warning system) dan sistem bantuan darurat (emergency respons system) untuk menolong warga yang terdampak banjir.

"Kecerobohan ini bisa dipersoalkan dan digugat secara hukum oleh warga korban banjir," ujar kata Tigor dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (19/2).

Baca Juga:

Anies: 0,38 Persen RT di Jakarta Terendam Banjir

Ketika terjadi hujan besar, air tidak bisa mengalir dan membanjiri area sekitar drainase yang mampet. Padahal, membersihkan dan merawat saluran air adalah kerja dan tanggung jawab Pemprov Jakarta.

"Artinya selama ini Pemprov Jakarta tidak bekerja merawat saluran air dan tidak bekerja menyiapkan Jakarta agar warganya tidak menderita alami banjir," jelas Tigor.

Ia mendesak, agar Gubernur DKI Anies Baswedan segera memerintahkan anak buahnya melakukan pembersihan di sejumlah aliran pembuangan air. Hal ini untuk mencegah adanya penyumbatan air yang memicu genangan dan banjir.

Petugas dari Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang melakukan pengurasan saluran air, Kamis (12/11/2020). (ANTARA/HO/Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang)
Petugas dari Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang melakukan pengurasan saluran air, Kamis (12/11/2020). (ANTARA/HO/Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang)

Sekedar informasi, dari situs petabencana.id per Jumat (19/2) setidaknya ada 15 laporan banjir di Jakarta sejak pagi tadi. Rata-rata warga melaporkan banjir setinggi 30-50 cm.

Misalnya di kawasan Cipinang Melayu, warga melaporkan banjir sudah terjadi sejak pukul 05.11 WIB dengan ketinggian 50 cm.

Selain itu, banjir juga terjadi di pemukiman warga sekitar jalur BKT, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Tercatat, genangan mencapai hingga sekitar 44 cm.

Genangan air muncul di sebagian wilayah Kecamatan Kalideres dan Kecamatan Cengkareng sejak pukul 01.42 WIB berdasarkan layanan informasi banjir aplikasi Jakarta Terkini (Jaki).

Baca Juga:

Anies Klaim Penanganan Kali Sunter Kurangi Banjir di Cipinang Melayu

Wilayah yang tergenang banjir yakni adalah RW 02, RW 03, dan RW 15 Kelurahan Tegal Alur serta RW 03 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Cengkareng yakni RW 06 Kelurahan Cengkareng Barat, RW 15 Kelurahan Kapuk, RW 03 Cengkareng Timur, RW 02 dan RW 03 Rawabuaya, serta RW 04 dan RW 05 Kembangan Utara. (Knu)

#Banjir #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Bagikan