Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara

Dwi AstariniDwi Astarini - 14 menit lalu
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin pemadaman lahan terbakar di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (ANTARA/Firman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PEJABAT pemerintah diminta menjaga pernyataan publik saat masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komunikasi yang tidak sensitif terhadap kondisi warga berisiko memperburuk kepercayaan masyarakat di tengah situasi bencana.


Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Riyono mengingatkan para kepala daerah dan aparat keamanan agar mempertimbangkan kondisi masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Menurut Riyono, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi. Pemerintah perlu menunjukkan tindakan nyata untuk memadamkan api sekaligus melindungi masyarakat yang terdampak.

“Jaga ya komentar, jaga perasaan masyarakat yang tiap hari mereka bertarung dengan asap,” ujar Riyono kepada wartawan dikutip Kamis (15/10).

Baca juga:

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya


Ia secara khusus meminta gubernur, bupati, kepolisian daerah, dan jajaran TNI memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemadaman kebakaran. Seluruh pihak diminta memprioritaskan keselamatan warga daripada sekadar menyampaikan pernyataan mengenai penanganan bencana.

Riyono menilai masyarakat yang terdampak membutuhkan respons konkret dari pemerintah.
Oleh karena itu, langkah pemadaman harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi warga dari risiko paparan asap.

Ia juga menekankan penanganan karhutla bukan tanggung jawab satu institusi saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar upaya pengendalian kebakaran berjalan lebih efektif.


“Ini bukan tugas sendiri-sendiri, ini tugas kita semuanya,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kepekaan pejabat dalam menghadapi bencana.
Di tengah ancaman kabut asap, masyarakat membutuhkan tindakan yang terukur dan komunikasi yang menunjukkan bahwa keselamatan mereka menjadi perhatian utama.(knu)

Baca juga:

Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan



Foto : Penanganan Karhutla/ media Polri

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #DPR RI #Pemerintah Daerah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi.
Dwi Astarini - 14 menit lalu
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Indonesia
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
BNPB tetap memprioritaskan pemadaman api di sumber kebakaran.
Dwi Astarini - 26 menit lalu
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
Indonesia
Tragedi Karhutla Samarinda Pencabut Nyawa! Lansia 60 Tahun Tewas Terpanggang Saat Bantu Padamkan Api
karhutla Samarinda, lansia tewas karhutla, kebakaran lahan Kaltim, Kelurahan Sidodadi Samarinda, RSUD AW Sjahranie, AKP Asriadi Jafar, Polsek Samarinda Ulu, Inafis Polresta Samarinda, pembakaran lahan pertanian, korban karhutla Kaltim, kemarau ekstrem Samarinda, berita Kaltim hari ini, berita Samarinda hari ini, evakuasi karhutla, berita bencana alam, asap karhutla, patroli karhutla Samarinda, bahaya kebakaran hutan, berita kriminal regional, berita Kaltim terbaru
Wisnu Cipto - 1 jam, 17 menit lalu
Tragedi Karhutla Samarinda Pencabut Nyawa! Lansia 60 Tahun Tewas Terpanggang Saat Bantu Padamkan Api
Indonesia
Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah
Ground fire merupakan fenomena kebakaran tersembunyi yang terjadi di bawah tanah. Namun, apa penyebabnya?
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah
Indonesia
Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun
Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 21.00 WIB pada 13 Oktober 2026, akumulasi hotspot pada periode 1–13 Oktober tercatat sebanyak 7.519 titik, dengan puncak harian sebanyak 1.029 titik pada 8 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun
Indonesia
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Pemerintah memperkuat pemadaman karhutla di Kalteng dan Sumsel. Data Kemenhut mencatat hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Kemenhut mencatat 232 satwa liar berhasil diselamatkan dari karhutla hingga 8 Oktober 2026, termasuk 71 orang utan dan 76 bekantan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Indonesia
Polri Tetapkan 223 Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Capai 5.157 Hektare
Bareskrim Polri menetapkan 223 tersangka karhutla. Lahan terbakar kini sudah mencapai 5.157 hektare.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Polri Tetapkan 223 Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Capai 5.157 Hektare
Indonesia
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Penegakan hukum menyasar pihak yang bertanggung jawab agar praktik pembakaran hutan tidak terus berulang.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Indonesia
Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Penanganan akan terus dilakukan untuk memadamkan titik api dan mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
 Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Bagikan