MERAHPUTIH.COM — PEJABAT pemerintah diminta menjaga pernyataan publik saat masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komunikasi yang tidak sensitif terhadap kondisi warga berisiko memperburuk kepercayaan masyarakat di tengah situasi bencana.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Riyono mengingatkan para kepala daerah dan aparat keamanan agar mempertimbangkan kondisi masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Menurut Riyono, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi. Pemerintah perlu menunjukkan tindakan nyata untuk memadamkan api sekaligus melindungi masyarakat yang terdampak.
“Jaga ya komentar, jaga perasaan masyarakat yang tiap hari mereka bertarung dengan asap,” ujar Riyono kepada wartawan dikutip Kamis (15/10).
Baca juga:
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Ia secara khusus meminta gubernur, bupati, kepolisian daerah, dan jajaran TNI memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemadaman kebakaran. Seluruh pihak diminta memprioritaskan keselamatan warga daripada sekadar menyampaikan pernyataan mengenai penanganan bencana.
Riyono menilai masyarakat yang terdampak membutuhkan respons konkret dari pemerintah.
Oleh karena itu, langkah pemadaman harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi warga dari risiko paparan asap.
Ia juga menekankan penanganan karhutla bukan tanggung jawab satu institusi saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar upaya pengendalian kebakaran berjalan lebih efektif.
“Ini bukan tugas sendiri-sendiri, ini tugas kita semuanya,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kepekaan pejabat dalam menghadapi bencana.
Di tengah ancaman kabut asap, masyarakat membutuhkan tindakan yang terukur dan komunikasi yang menunjukkan bahwa keselamatan mereka menjadi perhatian utama.(knu)
Baca juga:
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Foto : Penanganan Karhutla/ media Polri