Wali Kota Solo Pastikan Tidak Ada Nakes Kirim Surat Tolak Vaksin
Vaksinasi di Istana Negara. (Foto: Sekretariat Presiden)
MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah memastikan belum ada tenaga kesehatan (nakes) di Solo yang menyatakan menolak disuntik vaksinasi Sinovac, yang dimulai Kamis (14/1).
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, tidak ada alasan bagi siapapun menolak vaksin corona karena pihak BPOM dan MUI telah mengeluarkan izin vaksin.
"Seandainya menolak pun itu hak mereka masing-masing," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam konferensi pers di Balai Kota Solo, Rabu (13/1).
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan, Rizieq Bakal Digiring ke Kejaksaan
Rudy mengemukakan, jumlah vaksin Sinovac yang datang ke kota Solo mencapai 10.609 vaksin. Padahal dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, jumlah nakes di kota Solo mencapai 10.620 orang.
"Masih ada kekurangan vaksin yang belum dikirim Pemprov Jawa Tengah ke Pemkot Solo. Kami akan kirim surat agar kekurangan 11 dosis vaksin segera dikirim," ujar Rudy.
Dikatakannya, ada 11 tokoh di Solo yang akan disuntikkan vaksin ini pertama kali di luar nakes. Mereka adalah Danrem 074/Warastratama, Wakapolresta Kota Solo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ketua IDI, PDGI, IDAI, PPNI, IBI, Kajari, Ketua DPRD Kota Solo, serta satu orang perwakilan wartawan.
"Vaksin tahap pertama di Solo prioritas utama adalah nakes duluan. Setelah ini masyarakat umum," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pada tahap pertama suntik vaksin Sinovac akan dilayani di 33 Fasilitas Kesehatan (Faskes), yakni 17 Puskesmas Pemkot Solo, satu klinik Bhayangkara Polresta Surakarta, dan 14 rumah sakit baik swasta dan milik pemerintah.
"Untuk 11 tokoh masyarakat Solo disuntik bersamaan di RSUD Bung Karno Solo, Jawa Tengah pada pukul 09.00 WIB. Kami berharap vaksinasi Sinovac, berjalan lancar," tutup Ning. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Gelar Sidak, Wagub DKI Klaim Pelaku Usaha Taat Aturan Ketat PSBB
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates