Walhi Rekomendasikan Empat Poin Pengelolaan Gambut

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 26 Oktober 2015
Walhi Rekomendasikan Empat Poin Pengelolaan Gambut

Petugas pemadam kebakaran dibantu personil TNI dan Polri berusaha memadamkan lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (5/9). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah terutama di Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah harus melakukan pengelolaan lahan gambut dengan benar dan menindak tegas kepada perusahaan yang melakukan pembakaran.

Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar Walhi Zenzi Suhadi mengatakan, dalam penanganan persoalan karhutla di Kalimantan dan Sumatera, ada empat poin yang harus dilakukan pemerintah dalam pengelolaan hutan gambut.

"Langkah pertama yaitu harus disadari bahwa pengelolaan di perhutanan, khususnya hutan gambut, sering berulang kali adanya (penanaman) sawit. Kedua, pemerintah harus memulihkan ekosistem gambut akibat kebakaran hutan yang berulang kali terjadi. Ketiga, kanal-kanal yang dibuat perusahaan tidak harus dipenuhi karena akan mengurangi air (pada lahan gambut) kurang lebih 40 meter," kata Zenzi saat menghadiri diskusi Energi Kita, di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (25/10).

Zenzi menambahkan, bahwa pemerintah juga harus berupaya dalam menangani korban asap yang sudah memakan korban. Dan poin keempat , regulasi harus tegas dalam menindak para perusahaan tersebut.

"Selama ini sudah berapa lahan hutan yang rusak akibat konversi hutan gambut menjadi hutan tanam industri (HTI). Nantinya, regulasi yang dibuat pemerintah harus dapat memidanakan perusahaan tersebut akibat pembakaran hutan. Kawasan yang terbukti rusak harus diperbaiki dan dikembalikan kepada masyarakat," tegasnya.

Sejauh ini, tambah Zenzi, perusahaan sawit tersebut dinilai masih belum mampu mengelola HTI. Misalnya di wilayah pantai timur Sumatera, Riau, dan Jambi, hampir 1,9 juta hektar lahan terbakar dan belum dapat ditangulangi serius oleh pihak perusahaan.

"Seharusnya pemerintah tidak boleh memberikan konsesi kepada perusahaan yang tidak mampu mengola betul hutan gambut menjadi HTI," pungkasnya. (abi)

 

Baca Juga:

  1. GAPKI: Tidak Ada Kaitannya Kebakaran Hutan dengan Proyek Listrik
  2. Walhi Minta Kasus Kebakaran Hutan Dituntaskan
  3. Walhi Tuding Polisi Lindungi Kebakaran Hutan PT BMH
  4. Polisi Akui Sulit Usut Perkara Pembakaran Hutan
  5. Bangun Ikatan Emosional, Polisi Ajak Jaksa ke Lokasi Pembakaran Hutan
#Liputan Khusus #Kalimantan #Walhi #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla)
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Baru 10% Menuju Bebas Karhutla, Menteri Jumhur Tekankan Butuh Biaya dan Edukasi
Indonesia masih jauh dari target bebas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Baru 10% Menuju Bebas Karhutla, Menteri Jumhur Tekankan Butuh Biaya dan Edukasi
Indonesia
Lahan Terbakar Sudah Melebihi Tahun Lalu, Capai 81 Ribu Hektar Akibat El Nino
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pemerintah tengah bersiap menghadapi ancaman karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Lahan Terbakar Sudah Melebihi Tahun Lalu, Capai 81 Ribu Hektar Akibat El Nino
Indonesia
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
. Jumlah titik panas atau hotspot di Indonesia saat ini telah mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
Indonesia
Puluhan Ton Bawang Impor Ilegal dari Malaysia Dimusnahkan, Masuk lewat Jalur Tikus di Kalimantan
Total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 20,9 ton.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Puluhan Ton Bawang Impor Ilegal dari Malaysia Dimusnahkan, Masuk lewat Jalur Tikus di Kalimantan
Indonesia
Musim Kemarau Menjelang, 3 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla
Status serupa telah diberlakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.
Dwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
Musim Kemarau Menjelang, 3 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla
Indonesia
Bantargebang Longsor, WALHI Soroti Kegagalan Kementerian LH dan Pemprov DKI Kelola Sampah
WALHI menilai tragedi di TPST Bantargebang bukan sekadar kecelakaan, melainkan konsekuensi dari model pengelolaan sampah yang keliru.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Bantargebang Longsor, WALHI Soroti Kegagalan Kementerian LH dan Pemprov DKI Kelola Sampah
Indonesia
Habitat Harimau Sumatera di Riau Terbakar, Kemenhut Turunkan Tim BBKSDA Riau
Tadi malam di sekitar lokasi pemadaman di Pulau Muda, Pelalawan, ditemukan satu Harimau Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Maret 2026
Habitat Harimau Sumatera di Riau Terbakar, Kemenhut Turunkan Tim BBKSDA Riau
Indonesia
Beli Mobil Rp 8,5 Miliar Gubernur Kaltim Batal, Rudy Minta Maaf Bikin Polemik
Mobil dinas jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e senilai Rp 8,49 miliar tersebut diketahui telah melewati proses serah terima.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Beli Mobil Rp 8,5 Miliar Gubernur Kaltim Batal, Rudy Minta Maaf Bikin Polemik
Tradisi
Kisah Masyarakat Adat Iban Sadap Merawat Alam dan Tradisi lewat Tenun
Bagi masyarakat adat Dayak Iban, menenun merupakan jalan untuk menjaga identitas, mengingat leluhur, dan merawat hubungan dengan alam.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
Kisah Masyarakat Adat Iban Sadap Merawat Alam dan Tradisi lewat Tenun
Indonesia
Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Secara total, luas area karhutla di Aceh Barat mencapai 57,7 hektare.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Februari 2026
Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Bagikan