MerahPutih.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas hingga mencapai 520 hektare.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui kendala utama pemadaman adalah keterbatasan sumber air, yang saat ini hanya bisa mengandalkan pasokan dari Danau Ranu Pani.
Baca juga:
Bantah Sakit Mundur dari Kabinet, Menko Pratikno Lagi Tugas Cek Kebakaran Bromo
Kepada media, dikutip Rabu (12/8), Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, pengisian air untuk helikopter water bombing sepenuhnya bergantung pada danau yang berada di ketinggian 2.100 mdpl tersebut.
Pengisian air untuk armada pemadaman saat ini mengandalkan pasokan dari Ranu Pani,
Kepala BNPB Suharyanto
Lereng Curam Hambat Tim Darat
Tim gabungan telah beroperasi selama 10 hari, namun medan ekstrem di lereng Bromo dengan kemiringan hingga 80 derajat membuat pasukan darat sulit menjangkau titik api.
Demi keselamatan personel, strategi pemadaman lebih banyak mengandalkan penyiraman udara.
Baca juga:
Area Kebakaran di kawasan Gunung Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan Terbakar
Harapan Modifikasi Cuaca
BNPB optimistis kebakaran bisa dikendalikan dengan kombinasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dilansir Antara, OMC akan dilakukan dengan menyemai garam (NaCl) ke awan menggunakan pesawat khusus untuk memicu hujan. (*)