Kesehatan

Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 18 Oktober 2021
Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi suplemen. (Foto: Unsplash/Leohoho)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGONSUMSI suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh menjadi fokus banyak orang di tengah situasi pandemi. Di samping menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi, suplemen dinilai penting untuk memenuhi nutrisi pada tubuh. Sehingga kita dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penularan virus maupun penyakit lainnya.

Namun sebelum kamu mengonsumsi berbagai suplemen, perlu dipastikan bahwa kamu mengonsumsinya dengan tepat. Sebab ada suplemen yang tidak dapat dikonsumsi bersamaan dengan suplemen lain.

Karena nantinya, kandungan di dalam suplemen tak dapat bekerja secara maksimal bagi tubuh. Berikut beberapa hal yang wajib kamu ketahui sebelum mengonsumsi suplemen, seperti dilansir laman Cna.

Baca juga:

Jangan Lengah, Ini 3 Miskonsepsi Suplemen Kesehatan yang Wajib Diketahui


1. Jangan menggabungkan kandungan suplemen zat besi dengan kalsium

Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen
Jangan mengonsumsi minuman berkalsium bersamaan dengan suplemen yang mengandung zat besi. (Foto: Unsplash/The Humble Co)

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan, bahwa kandungan zat besi dalam suplemen dapat berkurang jika dikombinasikan dengan makanan yang mengandung kandungan kalsium, susu salah satunya.

Jika kamu ingin mengonsumsi minuman yang mengandung kalsium setelah mengonsumsi suplemen zat besi, berilah jarak sekitar dua jam.

Selain dapat mengurangi fungsi suplemen, kandungan kalsium juga dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping baru pada tubuh.

Namun, kamu dapat menggabungkan suplemen minyak ikan dengan vitamin E. Bahkan terdapat penelitian yang menyebutkan, bahwa jika keduanya dikonsumsi secara bersamaan dapat berfungsi untuk meredakan nyeri haid.

Tak hanya itu, menggabungkan dua supelem tersebut juga dapat meningkatkan kadar gula dara pada pasien dengan penyakit arteri koroner.

2. Jangan mengonsumsi suplemen bersamaan dengan teh atau kopi

Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen
Jangan mengonsumsi suplemen bersamaan dengan teh atau kopi. (Foto: Unsplash/Snapbythree)

Serupa dengan poin sebelumnya, para ahli kesehatan tidak menyarankan untuk mengonsumsi suplemen, terlebih suplemen dengan zat besi dikonsumsi bersamaan dengan teh maupun kopi. Sebab keduanya memiliki kandungan kafein yang dapat mengurangi penyerapan beberapa jenis kandungan-kandungan dalam suplemen.

Selain itu, kafein juga bersifat diuretik sehingga dapat meningkatkan kadar urine sehingga saat mengonsumsinya kamu menjadi lebih sering buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C dapat dikeluarkan dari tubuh dengan lebih cepat.

Baca juga:

Benarkah Suntik Vitamin C Lebih Baik dari Suplemen?

3. Suplemen berbeda dengan obat-obatan

Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen
Suplemen berbeda dengan obat-obatan. (Foto: Unsplash/Sharon McCutcheon)

Suplemen dan obat-obatan merupakan sesuatu yang berbeda. Oleh karenanya jika kamu melewatkan jadwal mengonsumsi suplemen, hal tersebut tidak akan mengakibatkan efek samping secara langsung.

Hal tersebut disebabkan karena suplemen berfungsi untuk mengisi kekosongan atau menambah kandungan tertentu yang dibutuhkan tubuh. Berbeda dengan obat-obatan resep dokter yang harus dikonsumsi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sebab jika tidak, tubuh kemungkinan akan langsung merasakan efek samping. Seperti saat obat anti diabetes tidak dikonsumsi dengan teratur, tubuh dapat langsung mengalami peningkatan pada kadar gula darah. (cit)

Baca juga:

Vitamin dan Suplemen Sangat Dibutuhkan pada Isoman

#Kesehatan #Suplemen Vitamin
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan