Wagub DKI Akui Mengatasi Banjir di Jakarta Tak Mudah

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 26 Mei 2021
Wagub DKI Akui Mengatasi Banjir di Jakarta Tak Mudah

Banjir setinggi 120 cm akibat luapan Kali Ciliwung rendam permukiman warga di Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (25/5/2021). ANTARA/HO

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui, penanggulangan banjir yang kerap menghantui warga ibu kota tiap tahunnya sangat tidak mudah.

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria menegaskan mengatasi banjir membutuhkan waktu yang tak sebentar. Bahkan dalam pengentasannya butuh anggaran yang cukup besar.

Baca Juga

Banjir di Bulungan Jadi Obyek Wisata Dadakan

"Memang mengatasi banjir itu kan tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh waktu, butuh proses, perlu pembiayaan," ujar Riza di Jakarta, Selasa (25/5).

Tapi, kata dia, sampai sekarang ini Pemprov DKI terus mengencarkan program dalam mengatasi banjir di Jakarta. Masing-masing SKPD terkait banjir juga punya program dalam menyelesaikan banjir.

"Pasti teman-teman lihat, sejauh mana komitmen, konsistensi, kesungguhan pogram, perencanaan yang dibuat oleh Pemprov bersama DPRD dan pelaksanaan di lapangan," papar dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melepas 1100 santri kembali ke Pondok Pesantren Gontor di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Jakarta, Selasa (25/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melepas 1100 santri kembali ke Pondok Pesantren Gontor di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Jakarta, Selasa (25/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Politikus senior Gerindra ini pun mengklaim, jika program yang dilancarkan Gubernur Anies Baswedan dan anak buahnya sudah membuahkan hasil. Hal itu dapat terlihat dari durasi banjir di Jakarta yang tidak lebih dari satu hari.

"Genangan surut cepat, yang namanya musim hujan, ada genangan di beberapa titik, tetapi yang paling penting kan tidak lama dan tidak besar," papar dia.

Saat ini dinas-dinas terkait banjir masih terus melakukan proses pengentasan banjir di Jakarta dengan program-programnya.

"Banjir itu relatif, kalau genangan ada, di Jakarta kan memang ada titik-titik genangan, yang memang kalau hujan ada. Tapi yang paling penting seberapa lama genangan itu bisa surut atau banjir itu bisa surut," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Bangun Pompa Ancol Sentiong Rp437 miliar, Banjir di Jakarta Diharapkan Berkurang

#Banjir #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
BMKG memperingatkan banjir rob mengancam pesisir utara Jakarta hingga 21 Mei 2026. Berikut wilayah yang terdampak.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Bagikan